Tragedi Teror di Masjid Selandia Baru, Warganet Ini Santai Komen: Mungkin Gue Satu-satunya yang Gak Peduli...

Pelaku teror di Masjid Selandia Baru Brenton Tarrant saat ditangkap kepolisian setempat. (New Zealand Herald)
Pelaku teror di Masjid Selandia Baru Brenton Tarrant saat ditangkap kepolisian setempat. (New Zealand Herald)

BATUTIMES - Mungkin hampir mirip walau tentu berbeda secara konteksnya terkait pernyataan atas tragedi berdarah di Masjid An Noor New Zealand yang menurut menewaskan 50 orang. Yakni antara Senator Queensland, Fraser Anning, yang menyatakan bahwa tindakan brutal teroris bernama Brenton Tarrant dipicu kesalahan imigran muslim itu sendiri. 

"Penyebab pertumpahan darah sesungguhya di jalan-jalan Selandia Baru katena program imigrasi yang memungkinkan kaum fanatik muslim bermigrasi ke Selandia Baru," ucapnya. Sehingga terjadi  tragedi pembantaian di Christchurch, Jumat (15/03) lalu.

Pernyataan Anning tersebut menuai badai kecaman dari berbagai kalangan dunia. Bahkan, membuat seorang pemuda menimpuk kepalanya dengan telur serta merekamnya dan menjadi viral di media sosial.

Dij agad medsos Indonesia, pernyataan yang membuat banyak pihak meradang terkait peristiwa berdarah tersebut ternyata juga ada. Saat seluruh masyarakat berduka, baik yang disampaikan secara lisan sampai bentuk tulisan, menyeruak komentar berbeda dari akun milik **fi.exe. "Mungkin gw satu2nya yg gak peduli/biasa aja dengan insiden ini," ucapnya di tengah bela sungkawa dan amarah banyak kalangan.

Sontak saja komentar tersebut mendapat respons keras ratusan warganet terhadap **fi.exe yang  membalas dengan sangat santainya berbagai reaksi tersebut. Misalnya, saat satu warganet menuliskan, "Pengen viral lu ya dgn lu koment begini," yang dibalas **fi.exe :"kgk, memang realitanya gw gak peduli,".

Maka mengalirlah berbagai protes keras dan prihatin dengan komentar akun tersebut sampai rasa heran warganet kepada pemilik akun dengan gambar sosok karakter kartun wanita dari Jepang (anime) ini.  Akun madiyatama menuliskan rasa geramnya, seperti ini: "Karena lo Wibu, cuma medep di kamar, sambil nonton anime jd gak peduli dengan dunia luar," yang disusul rentetan komentar miring lainnya. "Gapunya rasa empati," tulis akun raaraira.nf serta akun erians97. "Cari perhatian bgt si anda, dasar wibu anti sosial," ujarnya.

Cacian antisosial, tidak peka, serta hal lainnya juga meramaikan pernyataan si pemilik akun yang juga ikut serta berdebat atas pilihan komentarnya tersebut. Dirinya bahkan menyampaikan komentarnya sebagai wibu yang juga jadi sasaran kritik  warganet, sebagai berikut:
"...gak semua wibu nolep, gak semua wibu ansos...anime culture jg sudah mendunia," tulisnya.

Wibu adalah sebuah kata yang menggambarkan orang yang begitu cinta/menggilai budaya Jepang.  Kata tersebut berasal dari 'weeaboo' yang merupakan bahasa Jepang. Ada juga istilah 'wibu bawang' atau 'wibu bau bawang' yang biasanya dilontarkan kepada mereka yang sok tahu soal Jepang atau terlalu menggilai (overfanatik) terhadap apa saja yang berbau Jepang.

Dianmeilsa menuliskan, "... dulu saya juga orang yang termasuk adem ayem aja ada berita bencana musibah dsb. Tetapi setelah saya punya anak dan keluarga kecil saya, pola pikir saya berubah. Lebih tepatnya empati saya lebih berjalan daripada logika saya..." ujarnya mengomentari sikap nyante akun **fi.exe. 

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->