Bantu Traktor Lapangan, Caleg di Probolinggo Diselidiki Bawaslu

inilah kondisi lapangan yang ditraktor   (Agus Salam/Jatim TIMES)
inilah kondisi lapangan yang ditraktor (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES - Bawaslu Kota Probolinggo belum menyatakan sikap terhadap salah satu caleg yang memberikan bantuan dana ke warga. 

Bawaslu masih mencari tahu dan menyelidiki soal bantuan, yang dananya untuk mentraktor lapangan sepakbola di Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan tersebut.

Hal itu disampaikan ketua Bawaslu Azam Fikri, Minggu (17/3) siang. 

Pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkai bantuan tersebu,t apakah melanggar atau tidak. 

Dengan begitu, lembaga yang dipimpinnya belum berani menentukan. Yang pasti, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut.

Meski begitu, Azam sedikit memberi gambaran tentang kampanye yang melanggar aturan. 

Salah satunya, memberikan sesuatu melebihi ambang batas yang ditentukan. 

Saat member mengajak dan meminta untuk memilih caleg yang bersangkurtan. 

“Siapa yang memberikan dan siapa pelaksananya. Apakah saat memberkan sesuatu jadwal kampanyenya atau tidak. Jadi masih ribet. Haeus diselidiki dulu,” katanya singkat.

Hal senada juga diungkam Komisioner Bawaslu Divisi Hukum dan Penindakan Samsun Ninilaw.

Menurutnya, bantuan atau apapun namnya yang diberikan caleg, tentunya meresahkan caleg lain. 

Namun begitu, perbuatan seperti itu belum bisa langsung disebut pelanggaran. 

“Itu kan meresahkan caleg lain. Ya, kami cari tahu dulu. Melanggar atau tidak,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, warga RT 06/RW 2 Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, menyayangkan, lapangan dibelakang kantor KPU tersebut, ditraktor. 

Akibat dibrujul menggunakan mesin, lapangan sepakbola ityu kini tidak bisa digunakan. 

Bahkan warga Dringu yang biasa lewat di lapangan tersebut, kini harus lewat di jalan lain.

Termasuk siswa SD yang rumahnya di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo dan sekolah di SDN \Wiroborang, Kota Probolinggo, tak bisa lewat. 

Mereka harus memutar untuk sampai ke rumahnya. Seperti yang diungkap salah satu siswanya. 

“Dulu sebelum diginikan, bisa lewat. Sekarang udah enggak bisa. Ya muter om lebih jauh,” kata Fina salah satu siswa yang biasa lewat di tengah lapangan 

Sementara menurut warga setempat, lapangan yang kini kondisinya seperti sawah yang siap ditanami jagung tersebut, ditraktor oleh pemuda atau karang taruna kelurahan setempat. 

Menggunakan mesin yang disewa dari PG Wonolangan  2 minggu lalu dan sampai saat ini dibiarkan alias tidak diratakan. 

Bahkan warga tambah jengkel karena pohon yang tumbuh dilapangan ikut ditebangi.

Warga mengaku tidak tahu, mengapa lapangan bola yang sudah lama tidak difungsikan itu ditraktor. 

Kalau cuma alasannya karena dilewati warga, mestinya tidak dibrujul, tetapi dipagar. 

“Aneh saja. Kok dirusak. Mestinya kan diperbaiki dengan cara diurug. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggungjawab. Katanya sih yang ngelola lapangan ini karang taruna,” ujar pria yang enggan namanya disebut ini.

Ditemui dikantornya Lurah Wiroborang Surianto mengaku, lapangan ditraktor sudah seizinnya. 

Hanya saja, ia tidak izin ke bagian asset pemkot sebagai pemilik lapangan tersebut. 

Disebutkan, yang mentraktor lapangan adalah karang taruna dan ia member izin, karena akan diperbaiki. 

“Katanya karena sering dilewati kendaraan. Kalau ditraktor kan tidak ada yang lewat,” tandasnya ke sejymlah wartawan.

Sedang biayanya, lanjut Surianto sumbangan dari seorang caleg. 

Rencananya, karang taruna akan mengembalikan tanah seperti semula (Diratakan) namun belum terlaksana karena belum ada dananya. 

Karangtaruna akan meminta sumbangan ke warga. 

“Dana perbaikan meminta sumbangan ke warga. Barusan ketua karang taruna meminta tada tangan saya. Proposal meminta sumbangan. Memang ditraktor dulu. Setelah itu diratakan. Selanjutnya lapangan akan difungsikan lagi,” tambahnya.

Surianto membenarkan kalau lapangan menjadi akses jalan warga menuju Pabean, Dringu, padahal, bukan jalan umum. 

Menurutnya, kurang lebih 3 tahun lapangan tidak dipakai sepak bola. Lantaran akan difungsikan kembali, karenanya diperbaiki. Termasuk menutup jalan alternative. 

“Soal lapangan ini, kami sudah dipanggil bagian asset,” pungkasnya tanpa menyebut mengapa dirinya dipanggil dan apa saja hasilnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->