Protoli Bawang Merah, Dapat Hadiah

Salah satu peserta lomba kupas bawang merah  (Agus Salam/Jatim TIMES)
Salah satu peserta lomba kupas bawang merah (Agus Salam/Jatim TIMES)

BATUTIMES -  Ada banyak cara untuk memberdayakan warga, khusunya emak-emak yang setiap harinya bekerja mengupas atau memrotoli bawang merah. Salah satunya dengan menggelar lomba memisahkan biji bawang dari tangkainya. Bertajuk Wonoasih berdaya, lomba yang diikuti sebagian besar emak-emak ini berlangsung, Minggu (17/3) pagi.

Dilaksanakan di salah seorang warga yang berdagang bawang, para peserta dengan cepatnya memisahkan biji bawang dari tangkainya. Dalam perlombaan tersebut, diikuti beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 6 orang. Disediakan bawang seberat 30 Kg setiap kelompok. Pemenangnya adala kelompok yang paling cepat mengupas bawang seberat 30 Kg tersebut.

Selain kecepatan, faktor kebersihan juga salah satu yang ikut menjadi penilaian tim juri. Lomba yng baru pertama diadakan ini, menjadi daya tarik warga sekitar. Mereka rela meninggalkan aktivitasnya, hanya untuk melihat kecepatan tangan tersebut. Warga meminta lomba seperti itu dilaksanakan setiap tahun, akhir massa panen bawang. “Ya kami senang. Lucu soalnya. Kalau bisa dilaksanakan setiap tahun,” harap salah seorang penonton. 

Asmadi (62), satu-satunya pria yang ikut dalam perlombaan tersebut. Pria yang pekerjaannya mengupas bawan itu mengaku, ingin menjajal kecepatannya dalam memisah bawang. Selain itu, ia tertarik dengan hadiah yang disediakan penyelenggara. "Selama ini kita kerja saja. Karena ada lomba ya saya ikut. Pasti saya juaranya, karena emak-emak lawannya," ucap pria lajang yang bekerja mengupas bawang lebih dari10 tahunan ini. 

Yuli Astutik (36) salah satu peserta yang menang mengaku, lomba seperti itu bisa melatih pekerja untuk lebih fokus dalam bekerja memrotoli bawang. Dan lagi mengajak masyarakat terutama pengangguran untuk bekerja mengupas bawang. "Ya senang bisa menang. Tiap harinya saya kerja seperti ini, Kan disini sentra bawang," tandasnya.

Dalam lomba kupas bawang merah tersebut, sejumlah hadiah seperti alat-alat rumah tangga diperebutkan peserta. Lurah Kedungasem Nurhadi mengatakan, selain bentuk syukur produksi bawang merah meningkat, karena tak diserang hama. Lomba juga sebagai ajang minat masyarakat untuk meningkatkan kehidupan warga. "Produksi kita meningkat, Ya, kita wajib bersyukur atas keberhasilan ini,” tandasnya

Sebagai sentra bawang, warga sudah merasakan dampaknya, terutama dalam hal pendapatan. Selain petani dan pedagang, warga juga memperoleh penghasilan dari bawang dengan bekerja sebagai pembersih dan mengelupas bawang. Disebutkan, pasarnya tak hanya lokal, tetapi sudah dikirim ke Kalimantan dan Papua. “Saat ini kami merintis ekspor ke Singapura,” pungkasnya..

Untuk diketahui, selain mendapat hadiah, peserta juga pulang membawa hasil berupa uang. Bawang merah yang sudah dikupas saat lomba ditimbang kemudian peserta mendapat ongkos atau biaya mengupas seperti kesehariannya. Menurut lurah, dana yang diberikan ke peserta lomba dan hadiah, partisipasi dari PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) melalui dana CSR nya. Perusahaan penyulingan tersebut menyupport lomba yang difasilitasi pemkot setempat. “Hadiahnya dari CSR PT BJB. Penyelenggaranya pemerintah,” pungkasnya. 

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->