Misteri Sains yang Belum Terpecahkan, Ada Jembatan Nabi Adam yang Membelah Lautan

Jembatan Nabi Adam merupakan jembatan tertua yang membelah lautan yang masih belum terpecahkan secara sains di India. (Foto: istimewa)
Jembatan Nabi Adam merupakan jembatan tertua yang membelah lautan yang masih belum terpecahkan secara sains di India. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Sains merupakan sebuah ilmu dengan berbagai teori. Beberapa fenomena tempat di beberapa negara ini dianggap tidak masuk akal, hingga kini masih belum bisa dijelaskan oleh sains.

Sains memang bukanlah ilmu pasti yang mampu digunakan untuk menjawab berbagai misteri. Dalam kasus tertentu, sains masih saja membuat bingung para ilmuwan. Beberapa tempat di dunia ini misalnya, walaupun terkadang dianggap sangat ajaib dengan fenomena yang terjadi, rupanya tempat ini masih saja menimbulkan tanya bagi siapa saja hingga para ilmuwan.

Berikut fenomena di beberapa tempat di dunia yang sampai sekarang ini masih belum bisa dijelaskan secara sains, antara lain:

1. Jembatan Adam atau Jembatan Nabi Adam, India dan Sri Lanka
 

Dikisahkan, Rahwana India dan seorang raja di Alengka (Sri Lanka), sementara Rama berasal dari Kerajaan Kosala di sebelah utara Sungai Gangga, India. Seperti kita ketahui, India dan Sri Lanka dipisahkan oleh lautan, sehingga perjalanan Rama menuju Alengka terhalang.

Untuk menyeberangi lautan, para dewa dan manusia kera atau Vanara membantu Rama dengan membuatkan jembatan yang membelah lautan India dan Alengka. Jembatan itulah yang kini dikenal juga dengan nama Jembatan Nabi Adam dan sudah ada sejak abad ke sembilan.

Panjang jembatan misterius ini mencapai 28 km. Saat laut pasang, jembatan ini hanya terlihat samar-samar. Namun, saat laut sedang surut, jembatan ini hanya terkubur sedalam 1,2 meter, sehingga jembatan ini mudah sekali terlihat dari atas permukaan laut, seperti membelah lautan.

Kenapa jembatan ini dikenal juga sebagai Jembatan Adam? Nama Jembatan Adam pertama kali muncul pada peta bangsa Eropa karya kartografer Inggris pada tahun 1804.

Nama Jembatan Adam erat kaitannya dengan ditemukan jejak kaki raksasa di puncak gunung di Sri Lanka yang dipercaya sebagai kaki Adam, manusia pertama di dunia.

Setelah turun di dunia, Ia membuat jembatan menyeberangi lautan untuk menuju India. Berdasarkan kisah tersebut, seorang pembuat peta bangsa Eropa mengganti nama Setubandanam menjadi Adam’s Bridge atau Jembatan Adam.

2. Sungai Arve di Swiss
 

Sungai pada dasarnya memiliki wujud yang sama, yaitu air. Sebuah fenomena menarik lalu terjadi di Sungai Arve yang berada di Swiss. Di sungai tersebut, kedua air yang merupakan gabungan dua sungai terlihat tidak menyatu. Air dari sungai pertama memiliki warna air biru, sedangkan lainnya berwarna coklat.

Keanehan fenomena ini sukses membuat para ilmuwan kebingungan sekaligus membuat orang biasa takjub. Hingga kini, hal ini masih menyembunyikan tanya bagi siapa saja.

3. Gruner See di Austria 
 

adalah sebuah danau yang di dalamnya terdapat taman indah, terletak di pedesaan Tragos-Styria, Austria. Danau ini dikelilingi oleh hutan dan Pegunungan Hochschwab yang mencakup sekitar 4.000 meter persegi.

Taman yang indah ini berada dalam danau indah hijau begitu jernih dan menakjubkan. Nama “Green Lake” berasal dari warna airnya yang seperti zamrud hijau. Airnya bersih dan jernih berasal dari salju yang mencair dari pegunungan Karst dan memiliki suhu sekitar 6-7 derajat Celcius.

Danau ini sebenarnya adalah sebuah area taman di kaki bukit Pegunungan Hochschwab Austria. Namun setiap tahun, taman ini berubah menjadi kolam besar bisa digunakan untuk berenang atau menyelam dengan semua jalan dan bangku-bangku terendam air.

Ini merupakan fenomena alam menakjubkan yang luar biasa dari salju yang mencair sehingga meningkatkan ketinggian danau di musim semi. Selama musim dingin biasanya danau ini dalamnya hanya 1-2 meter dan daerah sekitarnya digunakan sebagai taman.

Namun, selama musim semi, saat suhu naik dan salju mencair cekungan tanah di kaki pegunungan terisi dengan air. Danau bisa mencapai kedalaman maksimum sekitar 12 meter. Biasanya pemandangan ini terlihat lebih indah dari pertengahan Mei hingga Juni.

4. Longyearbyen di Norwegia
 

Sebuah tempat bernama Longyearbyen di Norwegia ini terlihat sangat cantik dengan gunung dan gletser yang indah. Tempat yang berada di utara Greenland di Laut Arctic ini punya fenomena luar biasa. Matahari di daerah ini tidak pernah tenggelam dari 20 April hingga 23 Agustus.

Fenomena ini juga masih sulit dijelaskan oleh para peneliti secara sains. Siap-siap dibuat bingung dengan waktu di tempat ini ya.

5. Eternal Flame Falls di New York
 

Di balik sebuah air terjun yang berada di Chestnut Ridge Park, New York terdapat sebuah bayangan kuning yang awalnya dianggap merupakan ilusi mata. Rupanya, bayangan kuning tersebut adalah kobaran api yang tidak pernah padam saat terkena air.

Fenomena ini masih menjadi misteri dan belum bisa dijelaskan secara sains. Namun, banyak yang menduga jika retakan dalam air terjun tersebut yang kemudian membuat gas metana dari dalam Bumi menyembur keluar dan menimbulkan kobaran api.

6. Relampago del Catatumbo di Venezuela
 

Relampago del Catatumbo yang berada di Venezuela ini bisa disebut sebagai tempat paling aneh yang susah dijelaskan secara sains. Pasalnya, di daerah ini terjadi puluhan hingga ratusan petir yang terus menyambar tanpa henti.

Lokasi tepatnya berada di Barat Daya Danay Maracaibo. Frekuensi munculnya sambaran petir di area tersebut selalu sama yaitu 250 sambaran per kilometer setiap tahunnya. Sampai saat ini, hal tersebut masih menjadi misteri sains.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->