Berkonsep Arema, TPS ini Ingin Sampaikan Pesan 'Apapun Pilihannya, Kita Semua Saudara'

Bernuansa Arema, TPS di Kota Malang ini gencarkan semangat persaudaraan dalam Pemilu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bernuansa Arema, TPS di Kota Malang ini gencarkan semangat persaudaraan dalam Pemilu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BATUTIMES - Pemilu serentak 2019 diwarnai dengan berbagai pernak pernik menarik. Salah satunya dekorasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terbilang sangat kreatif dan menarik perhatian. Seperti TPS 34 di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang misalnya.

TPS tersebut mengangkat tema Arema. Sederet pernak-pernik kebanggaan sepak bola asal Malang mulai dari syal, boneka singa hingga poster pun terpampang dengan rapi di setiap sudut TPS. Para petugasnya pun tampil dengan dresscode andalan tim Arema yang kental dengan warna biru.

Tapi bukan sekedar hanya untuk tampil beda dan unik saja, TPS yang mengangkat tema Arema itu ternyata memiliki pesan mendalam.

KPPS 34 Kelurahan Bareng, Suciati menyampaikan, konsep Arema dibuat karena warga sekitar memiliki semboyan perdamaian, yaitu 'apapun pilihannya, apapun partainya, semuanya adalah saudara'. Berangkat dari situ, konsep Arema dibuat untuk meramaikan proses pemungutan suara.

"Dengan adanya pemilu kita jangan sampai bertengkar," katanya pada wartawan, Rabu (17/4/2019).

Dia menjelaskan, ide untuk menggunakan konsep Arema muncul sesaat sebelum proses pemungutan berlangsung. Persiapan yang dilakukan pun tak lama, hanya dilakukan dalam semalam saja.

"Ini adalah kemenangan bersama. Sebagai wujud pesta rakyat sekaligus pesta Arema," terangnya.

Sederet pernak-pernik mulai dari poster hingga boneka dan syal menurutnya merupakan milik warga sekitar yang sengaja dipinjam sebagai dekorasi. Sementara untuk dresscode yang digunakan oleh tujuh petugas menggunakan dana operasional yang sudah disiapkan.

Melalui semangat persaudaraan yang diusung dalam konsep Arema itu, menurutnya antusias masyarakat juga sangat luar biasa. Karena dari total 243 Daftar Pemilih Tetap (DPT), warga yang menggunakan hak suaranya hingga pukul 12.00 WIB mencapai 211 orang.

"Sudah lebih 90 persen warga yang gunakan hak pilihnya. Ini sangat luar biasa. Konsep Arema ini memang jauh lebih santai, ketimbang petugas harus gunakan batik, yang terasa kaku," ucapnya.

Sementara berkaitan dengan lamanya waktu yang digunakan para pemilih untuk mencoblos, perempuan berhijab ini menyampaikan jika rata-rata waktu yang digunakan berkisar antara lima sampai 10 menit. Hal itu dikarenakan ada beberapa pencoblos yang merasa kesusahan saat akan membuka dan melipat kembali surat suara.

"Yang sepuh-sepuh itu lama banget, karena memang susah surat suaranya besar. Tapi ada petugas yang membantu saat ada yang kesulitan," pungkasnya. 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->