Sempat “Kecele” Wakil Bupati Malang Sanusi Akhirnya Nyoblos Usai Ditegur Petugas TPS

Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat memamerkan jari klingkingnya yang terkena tinta usai menyalurkan hak suara pemilihan di TPS 19, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat memamerkan jari klingkingnya yang terkena tinta usai menyalurkan hak suara pemilihan di TPS 19, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

BATUTIMES - Selain maayarakat umum yang terpantau berdatangan ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). 

Beberapa tokoh elite pemerintahan Kabupaten Malang juga turut menyalurkan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019) pagi.

Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi. 

Pagi hari ini (Rabu), pihaknya bergegas dari rumahnya yang beralamat di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, guna menyalurkan hak pilihnya di Pemilu (Pemilihan Umum) dan Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019.

Dari pantauan MalamgTIMES dilapangan, Sanusi semula nampak mengunjungi TPS 13 yang berada tidak jauh dari kediamannya. 

Setibanya di sana, kehadiran Sanusi sempat ditolak oleh panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

Panitia saat itu berdalih, jika Sanusi tidak terdaftar sebagai DPT (Daftar Pemilih Tetap) di TPS 13. 

“Loh panjenengan (anda) bukan disini pak,” kata salah satu petugas KPPS yang ditujukan kepada Sanusi.

Mendapat pernyataan tersebut, Sanusi langsung bergegas dan menanyakan kepada ajudannya, akan kepastian dirinya terdaftar sebagai DPT mana. 

Hingga akhirnya, salah satu politisi partai PKB itu ternyata terdaftar di TPS 19, yang berlokasi sekitar 300 meter dari TPS 13 yang sempat membuat Sanusi kecele.

Setibanya di TPS 19, warga terpantau sudah memenuhi antrian sejak pagi hari. 

Beberapa saat kemudian, petugas lantas menyerahkan 5 surat suara kepada tokoh yang menggantikan posisi Bupati Malang Rendra Kresna tersebut.

Seperti para pemilih pada umumnya, Sanusi terlihat mencoblos 5 surat suara yang diberikan oleh panitia, yang kemudian dimasukkan ke kotak suara dan mencelupkan jari klingkingnya kedalam tinta sebagai tanda sudah berpartisipasi dalam pencoblosan kali ini.

Setelah menyampaikan suaranya, Sanusi sempat mendatangi beberapa wartawan yang nampak sudah menantikan kehadirannya. 

Meski tercatat sebagai politisi PKB, namun pihaknya beranggapan jika di Kecamatan Gondanglegi merupakan basisnya semua partai. 

“Di Gondanglegi ini merupakan basisnya semua partai, jadi masing-masing partai punya peluang sama untuk menang,” kata Sanusi saat ditemui awak media.

Ketika ditanyakan terkait prediksi suara terbanyak dalam ajang Pilpres (Pemilihan Presiden), pihaknya memilih enggan untuk menjawab secara gamblang. 

Kendati demikian, Sanusi berharap agar PKB akan kembali berjaya seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Terutama saat memperoleh 13 kursi parlemen di tahun 2004 silam. 

"Semoga PKB tahun ini mampu mengulang kejayaannya kembali. Seperti yang terjadi tahun 2004 lalu, kami bisa dapat 13 kursi," terang Sanusi.

Perlu diketahui, saat mendatangi TPS. Sanusi terpantau mengenakan pakaian berwarna putih. 

Namun, ketika ditanyakan apakah itu merupakan indikasi jika dirinya memilih salah satu Paslon. 

Pihaknya menjawab dengan tegas, jika pakaian yang dikenakannya tidak ada sangkut pautnya dengan pemilihan presiden. 

“Hari ini kan Rabu, dan yang saya kenakan saat ini adalah seragam pemkab pada hari rabu, tidak ada tulisan Jokowi,” tegasnya.

Setelah sejenak menjawab pertanyaan wartawan, Sanusi akhirnya bergegas meninggalkan TPS. 

Pihaknya mengaku hendak menghadiri agenda pemantauan Pemilu 2019, bersama-sama dengan forkopimda Kabupaten Malang. 

“Masyarakat Kabupaten Malang terpantau sangat antusias menyalurkan hak pilihnya ke TPS, semoga pemilu kali ini dapat berjalan aman dan lancar tanpa adanya pelanggaran,” pungkasnya.

 

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->