Peristiwa Heboh Warnai Pemilu di Kota Batu, Ada 'Intel' yang Berusaha Menyusup di TPS

Warga Kota Batu yang menyalurkan hak pilihnya di TPS pada pesta demokrasi 2019 (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)
Warga Kota Batu yang menyalurkan hak pilihnya di TPS pada pesta demokrasi 2019 (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)

BATUTIMES - Beberapa peristiwa mewarnai pesta demokrasi di Kota Batu Pada Rabu (17/4/2019). Beberapa peristiwa tersebut dipaparkan oleh pihak Bawaslu kepada MalangTIMES mulai dari Keributan di TPS hingga adanya surat suara yang tertukar.

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Masyarakat, Yogi Eka Chalid Fachrobi menyebutkan ada beberapa peristiwa yang telah terjadi di pelaksanaan Pemilu 2019.

"Ada 5 orang dari luar kota ngotot untuk memilih, itu di TPS 36 Kelurahan Ngaglik, mereka termakan hoaks," ujar Yogi.

Ia menjelaskan para korban tersebut termakan informasi hoaks yang menjelaskan bahwa pemilih tetap bisa mencoblos hanya dengan menggunakan e-KTP. Sehingga tanpa membawa form A5 atau C6, mereka masih bisa menyalurkan hak pilihnya. Namun, dijelaskannya bahwa petugas KPPS tetap menolaknya karena harus disertakan membawa form A5 atau C6.

Kemudian peristiwa lainnya terjadi kekurangan surat suara di TPS 66 Sisir. Kekurangan surat suara tersebut dikatakannya sebanyak 7 surat suara.

"Ada juga kekurangan 7 surat suara di TPS 66 Sisir, itu karena kesalahan penggunaan surat suara sehingga ada KPPS yang tidak menggunakan surat suaranya," lanjutnya.

Kemudian, dijelaskannya juga terjadi adanya surat suara yang tertukar. Peristiwa tersebut ada terjadi di Oro-Oro Ombo, yaitu surat suara di Dapil 1 tertukar dengan surat suara Dapil 2. Tertukarnya surat suara tersebut, dijelaskannya baru diketahui petugas setelah surat suara tersebut mau habis.

"Tertukarnya itu baru diketahui tertukar dengan dapil 1 setelah surat suaranya mau habis, padahal Oro Oro Ombo itu Dapil 2," lanjutnya.

Dalam peristiwa tersebut, ia mengatakan bahwa solusi yang diberikan berupa penghitungan surat suara yang tertukar tersebut dimasukkan ke partai.

"Lagi-lagi, ketika surat suara tertukar, hasilnya dimasukkan ke partai," jelasnya.

Selain itu juga dijelaskannya ditemukan masih banyak APK yang terpasang. Namun APK yang masih terpasang tersebut langsung dibersihkan.

Sementara itu, Komisioner Hukum, Sengketa, Penanganan, Pelanggaran Bawaslu Kota Batu Supriyanto menambahkan ada seorang pria yang diamankan oleh sentra Gakkumdu Kota Batu lantaran ia melakukan tindakan yang bukan kewenangannya. Pria bernama Agus Prianto asal Dusun Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang diamankan karena telah mengaku seorang intel dari Polres Batu kepada KPPS yang kemudian membuka kotak suara di TPS 27 Desa Pendem.

"Terduga berhasil ditangkap di TPS 22 Desa Bumiaji, sekarang diamankan di Polres Batu. Pria itu akan dites psikologinya apakah disengaja atau karena orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). Secara formal dan materiil terduga telah mengalami gangguan kejiwaan, jadi langsung diamankan tanpa perlawanan. Hari ini (Kamis, 18/4/2019) kami akan lakukan tanya jawab ke saksi," jelas Supriyanto kepada MalangTIMES.

Ketua KPU Kota Batu Saifudin Zuhri, juga menambahkan ada dua peristiwa TPS yang mengalami kekurangan surat suara. Namun sudah teratasi dengan mengambilkan kekurangan tersebut dari surat suara dari TPS terdekat.

Selain itu, Saifudin menyebutkan juga terjadi keributan di dekat TPS yang sempat membuat heboh warga masyarakat.

"Ada juga keributan di Kelurahan Ngaglik di dekat TPS, setelah dikroscek, ternyata hanya permasalahan keluarga, tidak ada kaitannya dengan pemilu," jelas Saifudin Zuhri Kepada MalangTIMES. 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->