Melalui Ma’hadul Jami’ah Al-Ali, UIN Malang Cetak Lulusan Alim Ulama

Salah satu sudut di UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (Foto: Istimewa)
Salah satu sudut di UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. (Foto: Istimewa)

BATUTIMES - Mengantarkan mahasiswa memiliki kemantapan akidah, kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, dan keluasan ilmu adalah salah satu misi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Untuk mencapai hal tersebut, UIN Malang mendidik mahasiswanya tidak hanya melalui pendidikan tinggi, melainkan juga melalui program ma'had atau pesantren.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof Dr Abdul Haris MAg mengatakan, semua mahasiswa baru harus menempati ma'had satu tahun lamanya, kecuali kedokteran yang bukan hanya setahun, melainkan 2 tahun. "Dan mulai tahun 2018, kami juga memenuhi permintaan para wali mahasiswa agar mahasiswa itu didapatkan (ma'had) selama 4 tahun," imbuhnya.

Namun, UIN Malang belum bisa mengasramakan semua mahasiswa baru selama 4 tahun, melainkan baru 1 persen saja. Jadi, dari 35 ribu mahasiswa, yang beruntung memperoleh program ma'had 4 tahun berjumlah sekitar 3.500 mahasiswa.

"Nah yang sedikit ini, yang sampai 4 tahun ini, itu nanti bisa menjadi seorang alim, dalam kutipan bisa menjadi kiai untuk mengabdikan dirinya di masyarakat," tandas Haris. "Kami sebut program ini dengan Ma'hadul Jami'ah Al-Ali," imbuhnya.

Nah, mahasiswa-mahasiswa inilah yang nantinya diharapkan menjadi kiai, menjadi pemimpin untuk masyarakat. "Tokoh-tokoh ini mencerminkan seseorang yang kita sebut dengan ulul albab, yaitu orang yang selalu berzikir kepada Allah, semua aktivitasnya diorientasikan hanya kepada Allah," paparnya.

Ulul albab, lanjut Haris, ialah orang yang juga selalu berpikir tentang segala yang ada dan mungkin ada tentang ayat-ayat Allah yang qauliyah dan ayat-ayat Allah yang kauniyah.

Ayat qauliyah adalah ayat-ayat berupa firman Allah SWT yang bisa kita jumpai dalam kitab suci Alquran. Sementara yang dimaksud dengan ayat kauniyah adalah ayat-ayat dari Allah SWT yang bisa kita jumpai di alam sekitar pada kejadian, persoalan dan dinamika hidup manusia lainnya. Ayat kauniyah ini sering juga disebut dengan fenomena alam.

"Misalnya, mahasiswa fisika, kimia, biologi, dan lain-lain melakukan riset terhadap alam ini. Kemudian mereka mengakui keagungan Allah, betapa hebatnya Allah subhanahu wa ta'ala. Betapa sophiaticated dan sangat rumit ciptaannya," terangnya.

Perlu diketahui, dari 39 prodi di UIN Malang sendiri, di atas 50 persen telah terakreditasi A. Dan upaya akreditasi A ini akan terus-menerus diupayakan. "Ini terus kami upayakan agar semua prodi A," pungkas Haris.
 

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->