Peternak Kelinci Kota Batu Dapat Fasilitas Kandang Khusus Bebas Bau

Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Salah satu kelinci hibrida yang dikembangkan di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Permintaan daging kelinci di Kota Batu tak pernah surut untuk kebutuhan kuliner.

Hanya saja, kendalanya para peternak masih belum dapat memenuhi semua permintaan konsumen dari berbagai daerah.

Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan daging kelinci Pemkot Batu sediakan satu unit kandang dengan konsep layaknya Balai Kota Among Tani. 

Namanya kandang Close House yang sudah digunakan sejak akhir tahun 2018 lalu.

Kelebihan dengan menggunakan kandang Close House itu jika masuk tidak akan mencium bau  kotoran menyengat yang sering jadi menjadi momok setiap kali pengembangan ternak. 

Untuk menjaga agar Close House tidak bau beberapa cara yang dilakukan dengan menyediakan blower, amoniak untuk membuang gas beracun, dan sensor suhu kelembaban.

“Hadirnya Kandang Close House dengan fasilitas  itulah akhirnya yang membuat kandang yang semula bau jadi enggak bau. Tentunya akan membuat nyaman dan tidak perlu risau dengan bau menyengat kotoran,” kata Peternak Kelinci asa Bulukerto, Mashuri.

Bantuan kandang close house itu akan diberikan kepada peternak kelinci di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. 

Dengan hadirnya kandang ini agar mampu untuk mengatasi kendala selama ini.

“Karena kalau tidak salah kandang itu bisa menampung cukup banyak kelinci. Semoga ini solusi bagus untuk ke depan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor peternak kelinci belum bisa memenuhi pasar karena angka kematian kelinci. 

Yakni sekitar 1 persen hingga 5 persen. Sedangkan angka kelahiran 2 persen.

“Angka kematian kelinci masih tinggi. Namun masih dalam batas kewajaran. Karena itu, Pemkot Batu juga memberikan bantuan untuk menekan angka kematian dan memenuhi permintaan,” tambah Mashuri.

Alasan konsumen banyak yang tertarik mengonsumsi daging kelinci Kota Batu karena teksturnya sangat lembut. Lalu ketika kelinci usia muda rasanya lebih manis.

Apalagi peminat daging kelinci ini didominasi orang lanjut usia. Mereka merasa cocok karena daging kelinci di Batu memang halus. 

Tidak heran jika permintaan kelinci Kota Batu bisa mencapai 30 kilogram per hari.

Sedangkan 30 kilogram daging tersebut sama dengan 12 kelinci hibrida. 

Harga daging kelinci ini per kilorgam Rp 40 ribu. Kelinci yang bisa dijual untuk pedaging harus berusia minimal 3 bulan.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->