Panitia Pemilu di Kota Batu Berjatuhan Sakit Sampai Ada yang Keguguran

Panwascam Batu M. A Rokhim saat dirawat di Rumah Sakit dr Etty Asharto Kota Batu. (Foto: Bawaslu Kota Batu for MalangTIMES)
Panwascam Batu M. A Rokhim saat dirawat di Rumah Sakit dr Etty Asharto Kota Batu. (Foto: Bawaslu Kota Batu for MalangTIMES)

BATUTIMES - Pemilu serempat benar-benar membuat lelah panitia. Jika sebelumnya ada 4 orang panitia di Kota Batu jatuh sakit, kali ini panitia yang sedang hamil mengalami keguguran. Panitia kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang mengalami keguguran itu Elzauja Zahara, warga jalan Wukir gang I RT 02 RW 01 Kelurahan Temas. Dia keguguran saat usia kehamilannya sudah memasuki 7 bulan. 

Saat ini Elza masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA). Ia mengalami keguguran karena kelelahan. “Yang mengalami sakit ada satu lagi. Satu wanita yang mengalami keguguran, dan sekarang masih dirawat,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batu, Saifudin Zuhri, Selasa (23/4/2019) kepada batutimes.com.

Sedang 4 penyelenggara lainnya itu antara lain, 1 Panitia Pengawas Kecamatan (panwascam) Batu, dan 3 Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) harus menjalani perawatan khusus saat mensukseskan Pemilu 2019 yang ada di Kota Batu. Satu Panwascam Batu terserang gejala serangan jantung, 2 PPS dehidrasi, dan satu orang terkena demam berdarah dengue (DBD).

Untuk satu orang panwascam Batu itu harus masuk rumah sakit pada kamis (18/4/2019) dini hari yakni M A Rokhim. Ia harus dilarikan ke Rumah Sakit dr Etty Asharto Kota Batu. Rokhim dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala serangan jantung. Ia sakit karena kelelahan dalam menjalanlan tugasnya menjadi Panwascam Batu.

Selain 1 panwascam Batu, tiga lainnya berada di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Yakni Ketua KPPS TPS 10 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo yakni Yuda Joko Susilo dan Gatot Sugiarto.

Keduanya mengalami dehidrasi saat menjalankan tugasnya. Sehingga keduanya harus menerima perawatan hingga dipasang alat infus di rumah masing-masing untuk memulihkan kondisinya. 

Dan Siska Mei merupakam PPS dari TPS 7 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo. Ia terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sebab Siska menderita demam berdarah dengue (DBD) sehingga dirawat di rumah sakit Baptis Kota Batu. 

Terpisah Ketua Bawaslu Kota Batu, Abdur Rochman menjelaskan, dengan adanya musibah seperti ini perlu diadakan evaluasi pada pelaksanaan pemilu mendatang. “Dengan adanya kejadian ini perlu ada evaluasi. Jangan sampai Pemilu ke depan ada seperti ini,” ungkap Rochman. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->