Dinas Pendidikan Kota Malang Mulai Gunakan Pakaian Daerah pada 2 Mei Mendatang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah (foto dok. Malang Times)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah (foto dok. Malang Times)

BATUTIMES - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang bakal menambah bidang bidang mata pelajaran budaya berupa bahasa daerah. Tak hanya penambahan bidang mata pejaran saja, nantinya para guru juga akan diminta mengenakan pakaian adat.

Hal tersebut dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah dalam rangka mempertahankan ciri khas dari kebudayaan asli Malang yang terkenal dengan bahasa Jawa Walikannya.

Rencana Disdik terkait penambahan bidang mata pelajaran dan penggunakan kostum pakaian adat saat mengajar tersebut sudah mendapat lampu hijau. Zubaidah mengatakan bahwa rencana tersebut sudah disetujui oleh pihak Pemkot Malang. "Penggunaaan pakaian daerah untuk ASN itu sudah disetujui," tegasnya.

Lanjutnya, untuk memulai pengenaan pakaian daerah tersebut dijelaskannya akan dimulai dari pihak Disdik pada 2 Mei nanti yang kemudian nantinya akan diikuti oleh pihak sekolah masing-masing. Pasalnya, untuk hal tersebut, ia menyebutkan bahwa pihaknya masih tidak bisa menganggarkan terkait pakaian daerah tersebut.

"Kami dari dinas pendidikan akan mulai mengenakan pada 2 Mei, nanti biar pihak sekolahan mengikuti. Sebab kami tidak bisa menganggarkan di sekolahan itu, biar masing-masing, karena di Dinas juga masing-masing," jelasnya.

Sehingga, ia berharap dengan adanya penambahan bidang mata pelajaran bahasa Jawa Walikan dan juga pengenaan pakaian daerah untuk pengajar di sekolah, nantinya ciri khas Kota Malang yang dikenal dengan bahasa Jawa Walikannya akan mahir dalam menggunakan bahasa tersebur dan juga  terus bisa dilestarikan. 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->