Tingkatkan Layanan Identitas Penduduk, Dispendukcapil Pemkab Blitar Perkuat Sinergitas dengan Desa

Rakor Strategi Peningkatan Identitas Penduduk yang digelar Dispendukcapil di Aula Kantor Lurah Wlingi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Rakor Strategi Peningkatan Identitas Penduduk yang digelar Dispendukcapil di Aula Kantor Lurah Wlingi.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BATUTIMES - Para operator kecamatan dan petugas registrasi desa serta kelurahan dari wilayah Blitar timur mendapat Sosialisasi Strategi Peningkatan Identitas Penduduk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Blitar, Selasa (23/4/2019).

Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Lurah Wlingi tersebut. Peserta berasal dari beberapa kecamatan masing-masing Garum, Panggungrejo, Talun, Gandusari, Binangun, Wlingi, Doko, Kesamben, Wates, Selorejo dan Selopuro.

Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil, Anggo Takdhir Hanudji, mengatakan data kependudukan merupakan instrumen penting dalam pembangunan. Oleh sebab itu pelayanan bidang kependudukan dan pencatatan sipil yang menjadi salah satu pelayanan publik dari segi administratif yang harus terus ditingkatkan kualitasnya. 

“Pemintaan pencetakan dokumen saat ini mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, layanan kependudukan perlu ada lompatan. Saat ini Dispendukcapil Go Digital dalam pelayanan dan ini perlu didukung partisipasi aktif dari petugas registrasi yang ada di desa,” ungkap Anggo.

Ditambahkan Anggo, untuk percepatan pelayanan Dispendukcapil Pemkab Blitar akan melimpahkan beberapa wewenang pelayanan kepada desa dan kelurahan. Petugas registrasi desa dan kelurahan akan diberikan tugas verifikasi dan validasi (verval) persyaratan permohonan dokumen kependudukan.

“Verifikasi dan validasi data pendukung yang semula dilakukan oleh dinas akan bisa dilakukan desa dan kelurahan. Sehingga kita tidak akan kehabisan waktu untuk verval saja. Ini akan mengurangi beragam keluhan di masyarakat, karena jarak rumah ke kantor desa tidak jauh,” tukasnya.

Lebih dalam Anggo menyampaikan, proses sinergitas antara Dispendukcapil dengan petugas registrasi desa perlu terus menerus dibangun. Hal ini penting untuk menciptakan data kependudukan yang valid dan akurat.

“Data kependudukan itu diperlukan untuk perencanaan pembangunan. Dan data kependudukan 70% mempengaruhi dana desa, mengapa demikian? karena data kependudukan dimanfaatkan untuk alokasi anggaran. Dengan meningkatkan kualitas pelayanan kependudukan maka sebenarnya desa telah membangun datanya sendiri dimana itu akan langsung link dengan Kementrian Keuangan dan akan mempengaruhi DD maupun ADD yang akan mereka terima,” tandasnya.

Di kesempatan ini Dispendukcapil juga menyampaikan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan. Di antaranya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk pengiriman dokumen adminduk yang sudah jadi. Serta penerapan tanda tangan elektronik yang rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->