Hasil Panen Padi hanya Cukup untuk 20 Persen Masyarakat Kota Batu, Sisanya Impor

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Rabu (4/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memanen padi di Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Rabu (4/7/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

BATUTIMES - Di Kota Batu hanya ada 7 desa memproduksi beras tapi hasil panen sangat sedikit. Karena dari tujuh desa yang menanam padi hanya satu desa yang aktif. 

Untuk hasil produksi beras di Kota Batu hanya mencukupi 20 persen dari 222.807 jiwa penduduknya.

Satu desa yang aktif itu adalah Desa Pendem. Sedangkan untuk desa lainya harus bergantung dengan curah hujan. 

Dengan mengantisipasi itu yang dilakukan adalah mengimpor beras dari tetangga. 

Impor beras itu di daerah Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung, dan Madiun. 

“Produksi beras hanya mencapai 20 persen dari total kebutuhan 20.364 ton beras per tahunnya. Dari tujuh desa di Kota Batu yang memproduksi beras hanya menghasilkan 3.035 ton per tahunnya,” ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Wiwik Nuryati.

“Dari total kebutuhan konsumsi riil 20.364 ton per tahun dengan penduduk 222.807 jiwa," imbuhnya.

Karena itu impor beras yang dibutuhkan masyarakat Kota Batu sebanyak 19.381 ton per tahunnya. 

Untungnya hanya beras saja keburuhan yang harus impor.

“Untuk kebutuhan lainnya, sudah mencukupi. Misalkan Jagung yang mampu memproduksi 1.583 ton dengan kebutuhan konsumsi riil 1.024 ton,” ujar warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo ini.

Lalu sayuran memproduksi 66.314 ton dengan kebutuhan konsumsi 13.836 ton. 

Sedangkan buah-buahan memproduksi 62.510 ton dengan kebutuhan 6.929 ton. 

Kemudian produksi daging ayam 1.490 ton dengan kebutuhan 878 ton dan produksi telur ayam 1.482 ton dengan kebutuhan 1.317 ton.

“Dalam artian untuk sembako selain beras, Kota Batu lebih dari cukup. Bahkan Kota Batu juga melayani pengiriman bahan pokok ke luar daerah berkaca dari tahun 2018," ucapnya. 

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kaero Latif Setiawan menambahkan, stok beras selama ramadan hingga lebaran mendatang pihaknya telah mengecek stok data di sembilan gudang distributor sembako yang ada di Kota Batu. 

Untuk beras total stok di sembilan distributor itu sejumlah 149 ton. 

“Dengan stok yang ada di sembilan distributor kami pastikan stok sembako selam satu bulan hingga lebaran aman," ujar Latif.

Bahkan pihaknya juga akan menggelar operasi pasar pada bulan ramadan untuk menekan harga bahan pokok diatas harga eceran tertinggi. 

Dengan lokasi operasi pasar meliputi Pasar Gentengan di Jalan Brantas, Pasar Besar Batu, dan Pasar Pesanggrahan. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->