Hewan yang Diduga Peliharaan Dajjal Ditemukan di Indonesia, Ini Penampakannya

Penampakan yang diduga peliharaan dajjal di Pantai Nibung Indah, Pulau Bunyu, Kaltara. (Foto: istimewa)
Penampakan yang diduga peliharaan dajjal di Pantai Nibung Indah, Pulau Bunyu, Kaltara. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Makhluk aneh yang disebut-sebut dengan hewan peliharaan dajjal menggegerkan masyarakat Kalimantan Utara (kaltara) baru-baru ini. Hewan berukuran raksasa itu ditemukan terdampar di Pantai Nibung Indah, Pulau Bunyu, Kaltara, pada Selasa (23/4/2019) lalu. 

”Binatang aneh berbulu terdampar di Pulau Bunyu Kaltara mempunyai tulang rawan,” tulis pemilik akun Ego Darmawansyah yang mengunggah video penemuan hewan aneh di akun Facebook-nya.

Dalam video itu, Ego menjelaskan bahwa makhluk yang disebut hewan peliharaan dajjal itu terdampar di Pantai Nibung Indah. Hewan ini terlihat seperti gurita.

Namun hewan berukuran raksasa itu memiliki bulu yang sangat lebat. “Ditemukan di Pulau Bunyi dia seperti ubur-ubut,” kata Ego. 

Ia menjelaskan makhluk aneh ini mirip dengan hewan yang ditemukan di Filipina. “Cuma yang di Filipina itu ada siripnya. Ini tidak tahu di mana siripnya,” ungkapnya.

Ego menampik jika makhluk itu disebut gurita, meskipun penampakannya menyerupai gurita. “Kayaknya bukan gurita ini karena saya tidak menemukan tanda-tanda seperti gurita,” imbuh Ego. 

Video itu juga diunggah melalui akun Instagram @ndrorobeii. Ia menulis Kaltara geger diduga peliharaan Dajjal terdampar di Pantai Nibung Indang.

Sebelumnya binatang aneh seperti ini juga ditemukan di Filipina. Banyak yang berspekulasi bahwa ini adalah Al Jassasah (makhluk peliharaan Dajjal).

Hewan ini dijelaskan dalam hadis popular Tamim Ad yang perahunya terdampar ke sebuah pulau dan bertemu dengan makhluk berbulu lebat yang tidak diketahui mana bagian kepala dan ekornya. Hewan ini juga yang menyuruhnya untuk menemui Dajjal.

Lalu apakah hewan yang terdampar di Kaltara ini adalah Al Jassasah? Menurut penelitian sebelumnya terhadap makhluk yang sama di Filipina 2017 silam, makhluk tersebut adalah bangkai satwa laut besar yang sudah mengalami fase akhir dekomposisi. 

Kemunculannya terjadi akibat gempa laut yang kemudian mengangkatnya ke permukaan. Lau hanyut dan kemudian terdampar di tepi pantai. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->