Anak Wali Kota Batu Naiki Buku Raksasa, 3.030 Siswa di Kota Batu Malah Menari, Ada Apa?

Tarian kolosal, anak Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bacakan puisi di atas buku raksasa di Stadion Brantas, Kecamatan Batu, Kamis (2/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tarian kolosal, anak Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bacakan puisi di atas buku raksasa di Stadion Brantas, Kecamatan Batu, Kamis (2/4/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - 3.030 siswa di Kota Batu dengan senang gembira melakukan tarian kolosal di Stadion Brantas, Kecamatan Batu. Bahkan buku berukuran raksasa dihadirkan, dengan penuh keberanian anak ke tiga Wali Kota Batu Aninsya Parasmay Putri berada di atas buku tersebut, Kamis (2/5/2019).

Raras harus menaiki tangga untuk dapat berada di atas replika buku itu, sambil membacakan puisi. Puisi itu berisi ‘Untukmu Negeri, Untukmu Bangsaku, Untukmu Kotaku Tercinta’.
 

Ia membacakan puisi singkat itu dengan lantang tanpa memiliki rasa takut sambil disaksikan oleh ibunya yakni Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Raras hadir bersama 3.030 siswa menarikan tari kolosal dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2019.

Tarian kolosal yang bertema Swarna Cipta Batik, tersebut dimulai dengan iringan para siswa mengenakan pakaian berwarna merah dengan celana biru sambil membawa buku yang cukup besar.

Lalu mereka menari dengan kompak mengayunkan buku yang terbuat dari sterofoam tersebut. Dilanjutkan dengan penampilan para siswa Pendidian Anak Usia Dini (PAUD) dan TK menari dengan kostum layaknya seperti sapi."
 

Sedangkan di bagian tengah lapangan ada anak-anak disabilitas sebagian menari, ada juga yang membacakan puisi. Tiba-tiba dari belakang para penari muncul siswa SMP/MTS membopong buku raksasa.

Tarian Swarna Cipta Bakti memiliki arti satu tujuan impian, menceritakan ingin menyadarkan kepada setiap orang bahwa sekolah sangat penting. 

“Siapapun yang di Kota Batu berhak menerima pendidikan dengan nyaman. Sehingga ditunjukkan dengan tarian ini,” kata Winarto, koreografer tarian kolosal. 

Keikutsertaan para difabel ini karena mereka bagian dari Kota Batu yang punya hak yang sama. Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, hadirnya tarian kolosal sebagai upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
 

“Kami berupaya untuk meningkatkan SDM yang berhubungan dengan dunia pendidikan, karena harus dimulai dan dipersiapkan melakukan dunia pendidikan,” ungkap Dewanti.

Melalui tarian tersebut mengajak kepada masyarakat pentingnya untuk bersekolah demi meningkatkan SDM khususnya di Kota Batu. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->