Lima Tradisi Unik Bangunkan Sahur di Dunia

Para pemain davuls di Turki. (Foto: wikimedia.org)
Para pemain davuls di Turki. (Foto: wikimedia.org)

BATUTIMES - Di Indonesia, membangunkan orang untuk santap sahur sudah menjadi tradisi mengisi warna-warni bulan Ramadan. Misalnya kegiatan keliling kampung dengan menabuh drum, kentongan bambu, dan alat dapur seadanya yang bisa dipukul disertai teriakan "sahur.. sahur".

Bagaimana di negara lain? Mereka juga memiliki cara unik untuk membangunkan kaum muslim bersahur dengan cara berbeda. Seperti apa? Dirangkum MalangTIMES dari berbagai sumber, berikut lima tradisi unik membangunkan orang makan sahur dari berbagai negara di dunia. 

1. Mesaharaty di Mesir

(Foto: Arabiya.net)

Mesaharaty dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai pemanggil sebelum fajar. Yakni seorang laki-laki yang mengenakan pakaian tradisional Mesir akan berkeliling desa dan kota dengan menabuh drum dan menyanyikan lagu religi untuk membangunkan orang agar bersahur.

2. Davuls di Turki

(Foto: wikimedia.org)

Tradisi yang satu ini mungkin bisa dibilang sebagai saingannya tradisi di Indonesia. Sebab, davuls disinyalir lebih berisik daripada aksi anak-anak yang memukul panci keliling kompleks sewaktu sahur.

Benar saja. Ketika Ramadan, setidaknya sekitar 2.000 'davuls' atau drum khas Turki akan diarak berkeliling ke segala penjuru kota. Penabuhnya berpakaian tradisional kekaisaran Ottoman. 

3. Nafar dan Tebbal di Maroko

(Foto: moroccoworldnews.com)

Kedua tradisi yang sangat khas di Maroko ini berbeda antara satu dengan lainnya. Jika 'nafar' akan membangunkan orang bersahur dengan menggunakan terompet kecil,  'tebbal' menggunakan drum.

Para pemain nafar dan tebbal di negara ini memakai pakaian khas tradisional 'Gandora' dan menggunakan sandal saat melakukan aksinya membangunkan warga.

4. Seheriwalas di India

(Foto: timesofindia.com)

'Seheriwalas atau zohridaars' adalah sebutan bagi mereka yang bertugas membangunkan orang bersahur di  India. Ya, mereka akan mengelilingi jalan-jalan di India sambil menyanyikan lagu pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Sekarang, tradisi ini lebih sering dilakukan di Kota Old Delhi. Petugas akan mulai berkeliling pukul 02.30 dini hari sambil membawa tongkat yang digunalan untuk mengetuk pintu rumah warga muslim agar bangun untuk bersahut. Tak jarang, warga juga mengundang para 'seheriwalas' ini untuk menyantap sahur bersama di rumah mereka.

5. Lodra di Albania

(Foto: kemanaajaboleh.com)

Selama bulan Ramadan, komunitas muslim Albania akan turun ke jalan sambil memainkan 'lodra', yaitu sebuah drum yang terbuat dari kulit kambing. 

Warga muslim yang sering melakukan tradisi ini terutama di wilayah Kota Shokdra. Mereka sengaja mengundang komunitas muslim  di sana untuk memainkan balada tradisional bersama-sama dalam membangunkan warga. Para pemain lodra ini biasanya akan mendapatkan sejumlah uang dan juga tawaran untuk makan sahur bersama.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->