Tapak Sejarah Dalam Kalender Hijriyah (6)

Ramadan Selamatkan Soekarno dari Tembakan Pesawat Mig-17

Pesawat Mig-17 setelah melakukan penembakan di Istana Presiden. (Ist)
Pesawat Mig-17 setelah melakukan penembakan di Istana Presiden. (Ist)

BATUTIMES - Bulan Ramadan, bagi perjalanan bangsa Indonesia,sangatlah istimewa posisinya. Selain sebagai bulan penuh ampunan dan keselamatan, Ramadan sebagai bagian dari bulan dalam kalender Hijriyah juga menyimpan jejak pergulatan para tokoh Indonesia.

Soekarno tentunya yang menjadi sentral dalam berbagai peristiwa Ramadan yang mengantarkan Indonesia merdeka pada tanggal 9 Ramadan 1364 Hijriyah. Di bulan suci ini pula, UUD disahkan, kabinet pertama dibentuk, serta tentara nasional yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) didirikan. 

Rangkaian peristiwa besar di bulan Ramadan tersebut terjadi lagi di bulan yang sama. Tepatnya pada Ramadan 1379 Hijriyah, setelah Soekarno menjadi lresiden. Nyawa Soekarno, yang mengenal Islam lebih mendalam saat berada di dalam penjara dan di usia 25 tahun, terselamatkan jiwanya karena bulan suci Ramadan.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari ke-11 Ramadan atau tanggal  9 Maret 1960 di Istana Presiden, Jakarta. Saat itu Soekarno sedang memimpin sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Tiba-tiba terdengar tembakan yang membuat sidang dihentikan sementara.
"Sidang dilanjutkan lagi, (kemudian) terdengar lagi tembakan yang lebih dahsyat ke arah istana. Peserta sidang menjadi panik [….] Akhirnya Bung Karno menghentikan acara sidang,” tulis Muhammad Jasin dalam Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang: Meluruskan Sejarah Kelahiran Polisi Indonesia. 

Tembakan kedua tersebut meluluhlantakkan ruangan makan Istana. Soekarno yang menghentikan sidang lantas menuju ke bagian Istana yang kena tembak itu. “Tampak lubang-lubang besar pada dinding ruang makan yang rusak berat.” lanjut Jasin dalam bukunya.

Usut punya usut, tembakan tersebut berasal dari sebuah pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah perwira TNI AU berpangkat letnan yang telah dipengaruhi Permesta. Pesawat Mig-17 yang dipiloti Maukar sejak siang bolong memang sudah meraung-raung di atas Istana Presiden. 

Setelah merasa yakin bahwa Soekarno berada di salah satu ruangan, Maukar menembakinya. Maukar merasa yakin Soekarno saat itu sedang berada di ruangan yang diberondong oleh senjata di pesawatnya. “Menurut perkiraannya, (Soekarno) sedang bersantap siang di ruang tersebut. Perkiraan itu meleset. Karena sidang DPA kali ini diadakan di bulan puasa, tidak ada makan siang. Itu malapetaka besar andaikata sidang itu diselenggarakan bukan pada bulan puasa,” tulis Jasin.

Nyawa Soekarno dan anggota DPA terselamatkan karena bulan Ramadan. Dan Maukar pun ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara, setelah awalnya akan dijatuhi hukuman mati.

"Sebuah pesawat udara yang terbang rendah menjatuhkan bingkisan mautnya tepat di kursi biasa aku duduk. Rupanya Tuhan tengah menggerakan tangan-Nya untuk melindungiku," kenang Soekarno soal peristiwa itu dalam buku biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Di bulan Ramadan tahun 1947, Soekarno pun terselamatkan saat Belanda kembali bersiap menyerang Indonesia. Rumah Soekarno di Pegangsaan Timur dikepung dan diduduki Belanda. Sayangnya, Soekarno yang telah menjadi presiden Indonesia tidak berada di sana. Sejak awal tahun 1946, ibu kota sudah dipindah ke Yogyakarta. Peristiwa itu terjadi saat hari kedua puasa tahun 1947.

Soekarno pun akhirnya berbicara melalui saluran radio terkait serangan Belanda. Soekarno bilang: “Berperang terus, biarkan saat ini bulan puasa! Karena Nabi Muhammad juga berperang pada suatu bulan puasa.” Ucapan itu seperti dicatat oleh Mischa de Vreede dalam bukunya Selamat Merdeka: Kemerdekaan yang Direstui.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->