Grafolog: Penulis Pesan Misterius di Dekat Korban Mutilasi Malang Punya Kecenderungan Pembangkang dan Pendendam

Polisi saat menunjukkan tulisan tangan yang diduga ditulis oleh pelaku mutilasi perempuan di Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Polisi saat menunjukkan tulisan tangan yang diduga ditulis oleh pelaku mutilasi perempuan di Malang. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Penemuan jasad perempuan dalam kondisi termutilasi di area lantai 2 dan 3 Pasar Besar Malang masih menyisakan misteri. Misalnya soal pesan-pesan misterius yang diduga ditinggalkan oleh pelaku di dekat potongan tubuh korban. 

Ahli grafologi atau pembaca kepribadian lewat tulisan tangan asal Malang, Rizki Erdiantoro mengupas sejumlah kencenderungan yang tampak dari goresan tangan pelaku. 

Rizki mengungkapkan, hasil analisanya terhadap tulisan tersebut, kecemasan secara mental justru tidak terlalu nampak. "Meski muncul ukuran-ukuran huruf yang random, berbeda-beda ukurannya. Yang paling kental terlihat dari goresannya adalah penulis adalah orang yang cukup berani pada figur otoritas maupun aturan yang ada," ujar pemilik sertifikat grafologi dari Amerika Serikat ini. 

Berdasarkan pengamatan Rizki, tulisan tangan tersebut memiliki proyeksinya namanya "self-defiance" dalam istilah grafologi. "Maksudnya, penulis tergolong orang yang berani pada orang lain meski senior atau jabatannya di atas penulis sekalipun. Dengan aturan juga berani menentang, ekstrimnya bisa disebut pembangkang," urainya pada MalangTIMES.

Pria yang tinggal di Villa Bukit Tidar, Kota Malang itu merinci ciri-ciri yang mengindikasikan sifat pembangkang itu. Di antaranya dari huruf kapital yang dibuat tidak sesuai dengan penempatannya. Karena, secara normatif huruf kapital dibuat apabila menjelaskan nama orang, negara, atau tempat tertentu. "Sementara penulis secara acak membuat huruf kapital di manapun posisinya. Itu yang kami sebut dalam grafologi sebagai tanda self-defiance," paparnya. 

Mengenai kecenderungan atas tindak kekerasan pada pelaku, Rizki mengungkapkan harus dilihat langsung dan melakukan perabaan atas materi tulisan. "Adanya trauma, kecenderungan tindak kekerasan itu juga bisa dicek dari ketebalan dan tekanan tulisan. Kalau ketebalannya saya masih ragu karena tidak tahu jenis pena yang digunakan," sebut pria yang telah 10 tahun lebih mendalami grafologi itu. 

Dari foto yang diterima, Rizki menyebut ada indikasi sifat pendendam. "Terlihat sepertinya cukup tebal dan kuat, yang mengindikasikan cukup kuat dalam memendam sesuatu. Jadi orang dengan tekanan tulisan yang kuat itu indikasinya memiliki ingatan yang kuat layaknya memori gajah. Mampu memendam perlakuan orang lain, memendam emosi, memendam rasa senang atau bangga juga bisa," sebutnya. 

"Untuk yang sangat kuat dapat berarti mampu memiliki teman abadi atau bahkan musuh abadi. Karena kuatnya sisi memorinya. Mungkin bisa jadi memendam amarah pada korban," lanjut alumnus jurusan Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang (UM) itu. Dalam grafologi, ada aspek-aspek yang terbaca misalnya terkait emosi, respons, pola pikir, konsep diri, interaksi sosial, minat akan budaya, dan lain-lain.

Rizki juga menilai bahwa penulis pesan itu memiliki sisi estetis dan feminis. Hal itu terlihat dari kecepatan penulis, serta caranya membuat goresan cenderung lambat dan terkesan estetis. Dalam grafologi, hal itu disebut cultural interest. Indikasinya yakni penulisan huruf "e" yang dibuat memiliki interpretasi cultural interest. Didukung dengan goresan yang cenderung latin atau huruf halus di tulisan. 

Menurutnya, ada juga tanda lain yang nampak pada penulis biasanya dimiliki perempuan. Meskipun Rizki mengatakan bahwa grafologi tidak bisa menilai gender. "Kalau gender tidak bisa diprediksi. Ada tanda penulis cukup menggunakan intuisi dalam tindakannya biasanya dimiliki perempuan. Bukan berarti pasti perempuan, hanya prediksi karena tanda ini biasanya dimiliki perempuan. Bisa juga itu tulisan pria yang punya cita rasa tinggi ke seni," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat sejumlah tulisan tangan misterius di lokasi penemuan mayat mutilasi. Ada yang digoreskan di dinding, ada pula yang tertulis di kertas putih menggunakan tinta warna merah dan dilekatkan pada kliping koran yang berisi berita pembunuhan. 

Tulisan itu seperti "Innalillahi orang ruwet belakangnya nanti akan dapat kutukan dari Allah SWT. Rupa kematian yang tak bisa dihindarinya dari siksaan penyakit yang merenggut nyawa. Tak ada yang selamat dari kematian...." Ada pula tulisan "Ilmu dukunmu yang kau pelajari suatu saat akan memakan dirimu sendiri dan mati mengenaskan. Ingat kejadian di Muharto Gang 5 Innalillahi..." 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->