Kota Batu Lolos Gerakan Menuju 100 Smart City 2019

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menandatangani nota kesepahaman Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta, pada Rabu (15/5/2019). (Foto: istimewa)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menandatangani nota kesepahaman Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta, pada Rabu (15/5/2019). (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Meskipun belum di-launching, Smart City Kota  Batu terus menorehkan prestasi. Prestasi yang diraih itu adalah Smart City Kota Batu berhasil lolos menjadi bagian gerakan menuju 100 Smart City 2019.

Ya Kota Batu berhasil menyisihkan 500 kota/kabupaten di Indonesia. Dalam program menuju 100 Smart City 2019 ada tiga tahap assessment. Pada tahun 2017 saat itu diambil 25 kota/kabupaten. Kemudian tahun 2018 Kota Batu lolos 50 kota/kabupaten. Dan tahun 2019 ini lolos 25 kota/kabupaten.

 Kota Batu ikut dan lolos tahap ketiga dari 165 kota/kabupaten yang berpartisipasi. Sehingga pada Rabu (15/5/2019) lalu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta, bersama 25 kota/kabupaten yang lolos tahap tiga.

MoU untuk kota/kab yang sudah lolos meliputi tanda tangan bimtek, pertukaran data, dan legal software dengan menggunakan free and open source software (FOSS) antar-OPD, sosialisasi gerakan menuju 100 Smart City.

“Keempat integrasi data antar-OPD. Setelah dilakukan MoU kan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama (PKS). Untuk Kota Batu, pengembangan yang dilakukan melalui smart city ada dua hal. Program tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu Agoes Machmoedi.

Keterlibatan Kota Batu menjadi bagian yang ikut andil sejak tahun 2017 dan mulai dioperasikan tahun 2018. Dan smart city adalah program nasional. 

Untuk mencapai hingga tahapan saat ini, Kota Batu sudah melewati beberapa tahapan assessment yang digelar 21-22 Februari lalu. Beberapa tahapan assessment meliputi komitmen dari kepala daerah. Lalu harus memiliki payung hukum dalam bentuk Perda terkait smart city. Kemudian memiliki master plan pembangaunan smart city daerah. “Hingga memiliki stuktur organisasi pengelola smart city di daerah, dan terakhir terkait penganggaran,” imbuhnya ”Dan karena inilah Kota Batu mampu lolos dalam program ini,” tutup Agoes

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->