Terlibat Kecelakaan Maut di Bantur, Istri Kapolsek Jalani Perawatan Intensif

Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan maut saat dievakuasi menggunakan mobil derek. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan maut saat dievakuasi menggunakan mobil derek. (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

BATUTIMES - Jajaran kepolisian Unit Laka Lantas Polres Malang masih terus menyelidiki peristiwa kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu (15/5/2019) siang di jalan raya Bantur. Selain mendalami hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), polisi juga masih mengorek keterangan dari berbagai saksi.

Berdasarkan pendalaman MalangTIMES.com, dua dari empat orang yang terlibat kecelakaan maut tersebut merupakan keluarga dari salah satu pejabat Polri di Kabupaten Malang.

Nurayani warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur, yang mengemudi mobil Daihatsu Terios nopol N-900-DM merupakan istri Kapolsek Gondanglegi Kompol Mas Ahmad Sujalmo. Mobil yang dikendarai Nurayani itu terlibat tabrakan dengan pasangan suami istri (pasutri) yang meninggal dunia.

Seperti  diberitakan sebelumnya, mobil yang dikemudikan Nurayani terbalik usai menghantam motor yang ada di depannya. Beruntung wanita  berusia 49 tahun itu  selamat. Nurayani hanya mengalami patah bahu sebelah kanan.

Sedangkan Chairmanita Amalia N., yang merupakan penumpang mobil Daihatsu Terios, juga dikabarkan selamat. Bocah berusia 7 tahun itu hanya mengalami luka ringan. Yaitu luka lecet di bagian tangan dan kakinya.

Kondisi berbeda justru dialami pengendara dan orang yang dibonceng menggunakan motor Honda Beat nopol N-6357-DX. Sepasang pasutri asal Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Bantur, itu meninggal dunia akibat  luka parah di bagian kepala usai ditabrak mobil yang dikemudikan istri kapolsek Gondanglegi tersebut.

Korban meninggal adalah Ahmad Damin (suami) dan istrinya yang bernama Yuli Retnowati. Pria 44 tahun itu tewas di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan istrinya meninggal dalam perawatan di Puskesmas Bantur.

“Saat ini yang bersangkutan (Nurayani),masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen akibat mengalami patah tulang,” kata salah satu anggota Polres Malang.

Dia juga membenarkan bahwa pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan maut tersebut merupakan istri kapolsek Gondanglegi. “Iya, dia (Nurayani) memang istri kapolsek Gondanglegi,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto menuturkan, dari hasil olah TKP yang dilakukan petugas, diduga kuat ban bagian depan mobil sebelah kanan pecah sebelum akhirnya oleng ke lajur kanan. Lantaran tidak bisa menguasai setir dan rem, mobil akhirnya menghantam pengendara motor yang melintas di jalur berlawanan.

“Di TKP memang kondisi jalannya menurun. Hal ini yang diduga kuat laju kendaraan semakin kencang dan tak beraturan. Akibatnya mobil dan motor terpelanting beberapa meter dari titik kecelakaan,” kata Agus, Kamis (16/5/2019).

Beruntung, mobil yang terlibat kecelakaan masih tersangkut pepohonan yang ada di lahan tebu samping jalan raya. Jika tidak, mobil bisa terjun masuk jurang.

Di sisi lain, pengguna motor Beat terpelanting. Bahkan tubuh pengendara dan yang dibonceng ditemukan di lokasi yang berjarak sekitar 5 meter dari posisi motor. “Kendaraan yang terlibat kecelakaan masih tersangkut pohon. Jika tidak, sekitar 20 meter dari titik kecelakaan ada kawasan curam. Bahkan di sekitarnya juga ada makam,” sambung Agus.

Agus menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus kecelakaan yang merenggut dua nyawa tersebut. Termasuk menyita dua kendaraan yang terlibat kecelakaan, sebagai barang bukti. “Usai dievakuasi ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang, jenazah kedua korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->