Kenalkan Udeng Khas Kota Batu, Dinas Pariwisata Awali Gunakan Setiap Rabu

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu bersama stafnya menggunakan seragam hari Rabu dan udeng di Balai Kota Among Tani. (Foto: istimewa)
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu bersama stafnya menggunakan seragam hari Rabu dan udeng di Balai Kota Among Tani. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Kota Batu kini telah memiliki udeng ciri khas Kota Batu. Untuk mengenalkan udeng ini, para Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pariwisata Kota Batu memulainya dengan mengenakannya setiap satu minggu sekali saat dinas.

Setiap hari Rabu para ASN Dinas Pariwisata itu diwajibkan untuk menggunakan udeng tersebut. “Udeng kami pakai setiap hari Rabu, ke depannya seperti itu dimulai dari Dinas Pariwisata Kota Batu dulu. Ya ini kebijakan sendiri,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. 

Ia menambahkan alasan menggunakan udeng di hari Rabu itu dirasa lebih cocok dengan pakaian yang digunakan saat itu. Yakni kemeja putih dan celana hitam. 

“Kenapa alasannya pilih hari Rabu?, ya bukan apa-apa. Cuman kalau dipakai sama kemeja putih ini lebih cocok saja rasanya,” imbuhnya, Kamis (16/5/2019).

Untuk saat ini penggunaan udeng baru diawali oleh Dinas Pariwisata, namun kedepannya bisa digunakan oleh ASN di seluruh lingkungan Balai Kota Among Tani. 

“Inginnya seluruh ASN bisa pakai udeng semua, apalagi yang mereka kerjanya di bagian pelayanan, agar bisa menggunakan udeng ini,” tambah pria yang juga staf ahli Pemkot Batu ini.

Menurutnya dengan menggunakan udeng ini sebagai upaya untuk mengenalkannya kepada masyarakat Kota Batu. Agar mengetahui jika Kota Batu memiliki udeng dengan ciri khas tersendiri.

Sedang udeng ini memiliki nama Sima Bhawana. Udeng ini memiliki ciri khas berbeda daripada yang lainnya.

Pengambilan nama Sima itu memiliki arti perdikan, sedangkan bhawana adalah daerah atau tempat. Jika digabungkan memiliki arti Kota Batu. 

Dengan ciri khas corak tipografinya dengan penuh pegunungan, agraris, masyarakat guyub, rukun, lingkungan alam asri, hawa sejuk dan cenderung dingin, maka sangat relevan jika di dalam busana adat menyesuaikan dengan kondisi alamnya. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->