Bikin Merinding, Ini Deretan Kecelakaan Wisata saat Liburan di Malang Raya

IIustrasi
IIustrasi

BATUTIMES - Libur Lebaran tentu menjadi momen yang sangat ditunggu oleh masyarakat. Sederet tempat wisata akan sesak dengan wisatawan, baik itu tempat wisata buatan ataupun yang alami.

Di Malang Raya sendiri, ada begitu banyak tempat wisata yang selalu menjadi jujukan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Terutama saat libur panjang Lebaran.

Cerita manis tentu selalu menjadi keinginan yang ingin diukir oleh wisatawan dalam setiap momen libur Lebaran. Tapi ketika kurang berhati-hati saat berwisata, bukan tidak mungkin cerita buruk yang akan diperoleh.

Itu sebabnya, kita patut waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi saat berwisata. Paling utama adalah memastikan diri sendiri untuk tidak lalai saat mencoba sederet wahana yang kita kunjungi. Terutama ketika mencoba sederet wahana buatan manusia.

Di Malang Raya sendiri, ada beberapa catatan merah yang terjadi saat momen liburan. Salah satunya adalah kecelakaan yang terjadi lantaran kesalahan teknis, bahkan keteledoran dari wisatawan itu sendiri.

Dirangkum MalangTIMES, setidaknya ada lebih dari lima tragedi kecelakaan maut yang terjadi di beberapa tempat wisata di Malang Raya yang terjadi dalam momen liburan. Berikut deretan kecelakaan maut wahana wisata di Malang Raya yang bikin merinding.

1. Tornado Macet, Jatim Park

Ilustrasi

Insiden ini memang terjadi sudah lumayan lama, yaitu pada 2010 lalu. Saat itu, sekitar 30 wisatawan tergantung di ketinggian tujuh meter dengan posisi zigzag dan kemiringan 45 derajat. Wahana tornado yang menjadi ikon tersendiri dan banyak menantang adrenalin wisata itu selama kurang lebih dua jam macet dan membuat wisatawan menangis histeris.

Saat itu, wisatawan yang menaiki tornado tidak dapat turun ke bagian bawah seperti semula. Lantaran hal itu sulit dikerjakan oleh teknisi yang ada. Sehingga, para wisatawan terpaksa harus turun dari ketinggian tujuh meter dengan perlengkapan seadanya seperti tangga, kursi setelah satu per satu sabuk pengaman dilepas.

Berdasarkan penuturan pihak manajemen Jatim Park, insiden itu terjadi lantaran tegangan yang tak stabil dari PLN membuat sistem komputerisasi  tornado terhenti. Meskipun penurunan tegangan itu hanya berlangsung beberapa detik, setting keselamatan di komputer tornado sudah langsung menutup.

2. Tenggelam dan Meninggal Dunia, Wendit

Ilustrasi

Kecelakaan berikutnya terjadi di salah satu kolam milik pemandian Wendit Water Park, tepatnya di area bawah water boom, Minggu 16 Oktober 2011. Kejadian itu menimpa bocah berusia enam tahun warga Sidokerto Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Tubuh korban saat itu pertama ditemukan paman korban dalam kondisi sudah mengambang. Berdasarkan penjelasan pihak berwajib saat itu, dugaan sementara adalah dikarenakan bocah tersebut terpeleset dan tidak ada yang menolong.

3. Patah Tulang Bermain Go-kart, Jatim Park

Ilustrasi

Seorang anak laki-laki bernama Roby Syaliansah, warga Desa Sawahan, Kecamatan Bangsal, Mojokerto, yang juga pelajar kelas II SMPN 1 Bangsal, dilaporkan mengalami patah tulang saat bermain go-kart di salah satu wahana yang disediakan Jatim Park. Insiden ini terjadi pada 2010 lalu.

Berdasarkan pernyataan Roby, saat itu ia sedang bermain go-kart bersama rekannya. Namun saat di tengah sirkuit, tiba-tiba kendaraannya macet dan ia memilih turun serta melihat kondisi sebenarnya. Namun baru beberapa detik turun, go-kart yang dikendarai temannya menabrak dirinya dan membuat ia mengalami patah tulang.

Pihak manajemen pun saat itu menegaskan  sudah ada larangan bagi pengendara go-kart untuk turun atau keluar dari kendaraan selama ada di dalam sirkuit. Sebab, ktu merupakan salah satu standar keamanan yang telah ditetapkan.

4. Tewas Bermain Rafting, Batu

Ilustrasi

Empat korban kecelakaan olahraga wisata rafting atau arung jeram di aliran Kali Brantas di wilayah Kota Batu, Jawa Timur, yang terjadi Jumat 28 Februari 2014 ditemukan tewas. Kejadian bermula ketika 18 peserta mengikuti kegiatan rafting dengan memberangkatkan lima perahu dari Desa Torongrejo, Kecamatan Beji, Kota Batu.

Rute rafting itu rencananya berakhir di Desa Areng Areng atau berjarak sekitar 10 km dari lokasi awal berangkat Desa Torongrejo. Namun ketika berada di pemberhentian tempat beristirahat, satu perahu dilaporkan terguling lantaran arus saat itu cukup deras akibat sedang turun hujan.

5. Bocah TK Diterkam Harimau, Jatim Park

Ilustrasi

Seorang siswi Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita, Doho, Kabupaten Kediri, mengalami luka akibat dicakar anak harimau Jatim Park II, Kota Batu. Insiden tersebut terjadi pada Maret 2017 lalu.

Berdasarkan keterangan pihak berwajib, bocah berusia empat tahun tersebut ketika itu tengah berencana berdiri dengan anak harimau yang merupakan salah satu koleksi satwa yang dimiliki Jatim Park.

Namun ketika pemandu mendekatkan anak harimau tersebut kepada sang bocah, ada rombongan lain yang berisi anak-anak dan ibu-ibu yang histeris ketakutan melihat anak harimau sambil berlari. Alhasil, anak harimau kaget dan mencakar tubuh mungil bocah empat tahun itu.

Luka serius pun dialami sang bocah dan harus dirawat secara intensif.Bahkan korban harus melalui serangkaian medis. Salah satunya adalah melakukan operasi pada bagian tubuh korban yang mengalami luka cukup parah.

6. Kecelakaan Maut Ketangkasan Roda Putar, Wendit

Ilustrasi

Kejadian memilukan ini menimpa seorang bocah yang duduk di kelas 2 SD Gampingan IV, Kecamatan Pagak yang bermain ketangkasan roda putar di wisata Wendit. Diduga, korban terpeleset saat mengayuh roda putar yang terbuat dari kayu. Karena putaran roda begitu cepat, korban terpelanting dengan keras dan membuat kepala bagian belakangnya terantuk kayu.

Saat jatuh, korban memang segera mendapatkan pertolongan dan dilarikan ke rumah sakit Lavalete Jl WR Supratman, Malang. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Dari pengakuan orang tuanya, keluar darah dari mulut dan hidung sang anak usai jatuh dari permainan ketangkasan tersebut. Nahasnya lagi, korban saat itu dilarikan ke rumah sakit bukan menggunakan ambulans, melainkan menggunakan mikrolet LG yang saat itu disewa pengunjung lainnya.

7. Tenggelam, Coban Talun

Ilustrasi

Tiga siswa SD Insan Mulia ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dikabarkan terseret arus di Coban Talun, 2018 lalu. Ketiga bocah yang masih duduk di bangku kelas tiga SD itu ditemukan tak bernyawa setelah dilakukan pencarian selama beberapa saat.

Insiden bermula saat para pelajar yang melakukan outbond tersebut hendak pulang. Namun tibs-tiba saja ada sejumlah siswa yang jatuh ke sungai dan terseret derasnya arus. Kala itu para pelajar tengah bersiap berfoto dengan background air terjun.

Itu dia beberapa kecelakaan yang terjadi saat berwisata di Malang Raya. Untuk itu, perlu kewaspadaan dan kehati-hatian dari diri kita sendiri saat akan menikmati setiap wahana ya gengs. Tetap utamakan keselamatan dan selamat berlibur. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->