Tak Hanya Kena Kasus Sosial, Oppo Juga Terjerat Sederet Masalah Pajak di Berbagai Daerah

Kantor pemasaran dan service center Oppo Malang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. (Dok. MalangTIMES)
Kantor pemasaran dan service center Oppo Malang di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. (Dok. MalangTIMES)

BATUTIMES - Manajemen Oppo benar-benar mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Belum usai protes keras lantaran menyelenggarakan buka bersama dengan menyediakan minuman keras, kali ini manajemen produsen ponsel asal Tiongkok itu dikabarkan  menunggak pajak reklame di Kota Malang senilai ratusan juta rupiah.

Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mencatat, total tunggakan yang belum dibayar oleh Oppo Malang mencapai Rp 388 juta. Jumlah itu terdiri dari tunggakan pajak reklame Rp 379,1 juta dan jaminan bongkar (jabong) Rp 8,99 juta.

Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto mengungkapkan bahwa pihak Oppo mangkir bayar pajak reklame sejak 2018 lalu. Surat peringatan pun sudah dikirimkan sebagaimana ketentuan dan SOP yang ada. Apabila belum ada iktikad baik, maka pihaknya akan melakukan penyegelan sebagaimana komitmen tahun ini, yaitu tahun penegakan hukum.

"Jika wajib pajak (WP) ada yang mangkir, bandel, bahkan menempuh jalur hukum, kami siap. Soalnya, penetapan pajak yang dilakukan BP2D ini sudah sesuai peraturan perundangan dan tentu juga dilindungi perundangan," ucap pria yang akrab disapa Sam Ade D'Kross itu.

Public Relations Manager Oppo Indonesia Aryo Medianto mengungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui soal tunggakan pajak tersebut. "Itu Malang. Saya sih belum dapat informasinya, belum dapat surat atau pemberitahuan. Tapi kalau urusan pajak-pajak, itu lokal. Kayaknya, (manajemen) Malang juga belum tahu. Nanti ditunggu saja, saya kan harus cari datanya dulu. Nanti coba hubungi lagi, saya cari faktanya dulu," ujar kepada MalangTIMES (22/5).

Ternyata bukan hanya Kota Malang, Oppo  bermasalah dengan pajak. Di beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, Gresik, dan Cirebon, Oppo juga pernah terkena  kasus pajak dengan nominal yang cukup besar.

1. Nunggak Pajak di Banyuwangi, 2017

Dilansir dari Merdeka.com, disebutkan bahwa Oppo  belum membayarkan kewajibannya berkaitan dengan ratusan papan iklan di beberapa kawasan kecamatan di Banyuwangi.

Total pajak yang belum dibayarkan sejak 2016 lalu sebesar Rp 90 juta. Sehingga pada 2017 Satpol PP Banyuwangi melakukan tindakan tegas terhadap papan reklame yang tersebar di berbagai titik karena prosedur dengan cara ditegur dan pengiriman surat peringatan telah dilakukan.

Bukan hanya menunggak pajak. Diketahui papan iklan yang ditempel tersebut juga belum mengantongi izin dari dinas terkait. Sehingga, papan iklan langsung ditindak tegas dan baru bisa terpasang kembali setelah dilakukan pembayaran atas penunggakan yang dilakukan.

2. Tak Bayar Pajak di Gresik, 2016

Dilansir dari Surabayapagi.com, disebutkan bahwa  ruko Oppo di bilangan Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Gresik terpaksa disegel lantaran papan reklame ruko tersebut belum membayar pajak. Hal itu terjadi pada November 2016 lalu.

Dalam pemberitaan juga diinformasikan bahwa penyegelan dilakukan lantaran teguran dan surat peringatan hingga kali ketiga tidak mendapat respons sama sekali. Sehingga, pemerintah daerah memilih menyegel ruko ersebut sebagai bentuk tindakan tegas.

3. Polemik Pelunasan Pajak di Cirebon, 2019

Dilansir dari Jabar Publisher, disebutkan bahwa Pemerintah Daerah Cirebon geram terhadap manajemen Oppo lantaran belum juga melunasi kewajiban membayarkan pajak. Padahal teguran, pengiriman surat peringatan, hingga penyegelan terhadap papan reklame sudah dilakukan.

Namun di sisi lain, pihak manajemen Oppo Cirebon menegaskan bahwa pihaknya telah membayar kewajiban pajak daerah. Sehingga pihak manajemen mengklaim jika tidak ada lagi permasalahan berkaitan dengan pajak. Hal ini mencuat di publik pada Januari 2019 lalu.

Selain kasus berkaitan dengan pajak, Oppo sebelumnya juga mendapat perhatian lantaran kontroversi kasus sosial. Di antaranya hukuman tak manusiawi seperti makan terasi terhadap sales yang tidak memenuhi target penjualan di Tuban dan Bojonegoro pada  2019 serta adu fisik antara SPG Oppo dan SPG Vivo pada 2018 lalu. Selain itu, kecaman muncul lantaran sales Oppo berjualan atau berpromosi di jalanan, tepatnya di Siantar, yang kemudian menuai kritik karena mengganggu lalu lintas.

Kontroversi berikutnya terjadi ketika video perkelahian maskot Oppo dan Vivo tersebar luas di media sosial pada 2017 lalu. Sementara pada 2019 ini, kontroversi mengejutkan adalah acara buka bersama Oppo yang menyediakan minuman keras di Hotel Atria Kota Malang. 

 

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->