PPDB SMA/SMK Jatim Mulai Bergulir, Khusus SMK Wajib Bawa Hasil Tes Kesehatan saat Ambil PIN

Jadwal Pelaksanaan PPDB Jatim 2019. (Doc. MalangTIMES)
Jadwal Pelaksanaan PPDB Jatim 2019. (Doc. MalangTIMES)

BATUTIMES - PPDB (penerimaan peserta didik baru) SMA/SMK negeri Jawa Timur yang meliputi Kota Malang, Jabupaten Malang, dan Kota Batu bergulir mulai hari ini Senin (27/5). Mulai 27 Mei hingga 20 Juni 2019, jadwalnya ialah pengambilan PIN/tes kesehatan sesuai dengan jam kerja di SMA/SMK negeri.

Di SMA/SMK negeri terdekat, calon peserta didik mengambil PIN (personal identification number) dan penemuan titik rumah dengan aplikasi geolokasi oleh operator dan calon peserta didik. Perlu diketahui, PIN ini dipergunakan untuk melakukan pendaftaran nantinya.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sendiri telah merilis juknis PPDB jenjang SMA, SMK dan PK-PLK negeri tahun pelajaran 2019/2020. "Hal ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan PPDB untuk melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan penuh tanggung jawab. Semoga pelaksanaan PPDB di Provinsi Jawa Timur berjalan dengan lancar dan sukses," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saiful Rachman MM MPd dalam sambutannya dikutip dari web ppdbjatim.net.

Nah, untuk tata cara pengambilan PIN, pertama, calon peserta didik datang ke SMA/SMK terdekat dengan menyerahkan fotokopi SHUN atau surat keterangan kelulusan yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya.

Kedua, bawalah fotokopi KK berikut dengan KK aslinya. Sebab, calon peserta didik menyerahkan fotokopi KK dengan menunjukkan KK aslinya.

Perlu dicatat, khusus SMK, calon peserta didik harus menyerahkan surat keterangan sehat dari Puskesmas/dokter pemerintah Nantinya, calon peserta didik akan mendapatkan PIN, jarak, dan zona yang sesuai dengan titik rumah.

Baca juga ketentuan untuk calon peserta didik dalam mengikuti PPDB SMA/SMK di Jawa Timur: Perhatikan Aturan PPDB SMA/SMK Jatim 2019, Salah Satunya Pendaftar Tidak Dipungut Biaya

Perlu diketahui, dalam juknis juga tertulis bahwa ketentuan mengenai jalur zonasi tidak berlaku pada SMK. Jadi, pada pendaftaran SMK, zonasi tidak diberlakukan.

Hal ini juga sempat dinyatakan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Provinsi Jawa Timur Dr Suhartono MPd saat ditemui di SMK PGRI 3 Malang beberapa waktu yang lalu.

Ditegaskan oleh Suhartono, zonasi PPDB hanya berlaku untuk jenjang SMA. Sedangkan SMK tidak diberlakukan. "Kalau di SMK itu tidak ada zona. Jadi, zonasi itu diberlakukan hanya untuk jenjang SMA," tandasnya.

Alasannya, kompetensi keahlian yang dimiliki masing-masing SMK itu berbeda. "Jadi, memang SMK itu tidak ada zonasi karena banyak karakteristik-karakteristik jurusan yang memang spesifik. Jadi, untuk SMK itu, tidak bisa kami lakukan zona karena masing-masing lembaga SMK banyak program keahlian. Program keahlian ini disesuaikan dengan minat dan kemampuan siswa sehingga memang tidak dilakukan untuk zona di bidang SMK," bebernya.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->