Gara-gara Sabu, Bayi 4 Hari Harus Merasakan Dinginnya Penjara

NL (baju pink)  saat membelai anaknya yang digendong oleh neneknya di Lapas klas 2B Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)
NL (baju pink) saat membelai anaknya yang digendong oleh neneknya di Lapas klas 2B Tulungagung (foto : Joko Pramono/JatimTIMES)

BATUTIMES - Bayi berusia 4 hari, anak dari NL (23), nara pidana kepemilikan sabu-sabu asal Desa Batokan, Kecamatan Ngantru harus merasakan dinginnya penjara. 

Nasib bayi tersebut lantaran NL menolak tawaran pihak Lapas untuk menyerahkan bayi yang dilahirkan agar dirawat keluarganya.

NL beralasan bayi laki-laki yang baru dilahirkan pada Jum'at (24/5/19) lalu membutuhkan ASI dari dirinya.

Apalagi ayah si jabang bayi juga tersandung masalah hukum,  mengedarkan narkotika jenis sabu di Trenggalek.

"Anaknya masih butuh ASI," ujar NL, Senin (27/5/19).

Bayi laki-laki mungil itu sempat mambuat beberapa orang iba dan berniat mengadopsinya.

Sesaat setelah dilahirkan,  sudah ada pasangan dari Kediri yang berniat mengadopsinya, namun niatan itu ditolak oleh NL.

"Ingin saya asuh sendiri," ujar NL lirih.

Meski dirawat di dalam dinding penjara, NL tak khawatir kesehatan bayinya terganggu.

Sementara itu Kapolsek Tulungagung Kota,  AKP Rudi Purwanto pada awak media juga berniat mengadopsi bayi itu.

Apalagi dirinya hingga saat ini belum dikaruniai anak laki-laki.

"Saya juga ingin mengadopsi, apalagi anak saya baru putri," ujar perwira dengan 3 balok di pundaknya itu.

NL sendiri ditangkap pada Senin (20/5/2019) lalu, saat ditangkap NL sedang hamil 9 bulan.

NL sempat ditahan untuk menjalani proses hukum.

NL melahirkan anak ke-3 pada Jumat (24/5/2019) kemarin sekitar pukul 04.00 WIB.

“Dia melahirkan di RSUD dr. Iskak Tulungagung,” terang Rudi Purwanto.

Selepas melahirkan bayi laki-laki, NL menjalani perawatan di salah satu ruangan di RS Bhayangkara Tulungagung.

Atas dasar kemanusiaan, NL tidak menjalani perawatan tahanan, yang disiapkan khusus di rumah sakit milik Polri ini.

Namun polisi memantau dan menempatkan personel yang berjaga selama 24 jam.

"Setelah melahirkan, Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat,” tambah Rudi.

Setelah dinyatakan sehat, hari ini NL melanjutkan proses hukumnya.

NL dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Tulungagung beserta bayinya, lantaran Polsek maupun Polres Tulungagung tidak punya ruang khusus tahanan perempuan.

Sebelumnya personel Unit Reskrim Polsek Tulungagung menangkap adik NL, MZ Senin (20/5/2019) saat mengantarkan sabu-sabu.

Dari mulut MZ terungkap jika sabu yang dibawanya merupakan milik kakaknya NL.

Berdasar keterangan MZ, Polisi kemudian menangkap NL di rumahnya, dengan barang bukti lebih dari 15 gram sabu-sabu.

NL dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112  ayat (1) Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Ia terancam hukuman paling singkat selama 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda minimal Rp 1 miliar.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->