Mudik Tanpa Takut Kehabisan BBM, Ini Tips dari Pertamina

Ilustrasi Pengisian BBM (detikFinance)
Ilustrasi Pengisian BBM (detikFinance)

BATUTIMES - Perjalanan mudik-balik membutuhkan persiapan khusus, terutama bagi pengendara mobil pribadi. Selain harus mengetahui rute jalan yang ditempuh, soal kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) tak bisa disepelekan. 

Meskipun Pertamina telah menjamin pasokan BBM, para pemudik juga diharapkan melakukan antisipasi. Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji mengimbau para pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor agar menjaga tangkinya dalam kondisi penuh. 
 

Sebelum melakukan perjalanan, kendaraan sebaiknya diisi terlebih dahulu full tank. "Kita tidak bisa memprediksi kondisi jalan di depan kita, Jadi, saat BBM berkurang dan melalui SPBU yang sepi, langsung isi ulang lagi. Walaupun (indikator BBM) baru turun satu atau dua bar," ujar Rustam dalam agenda di Kota Malang. 
 

Selain SPBU reguler, Pertamina juga akan menyiagakan SPBU modular, kios Pertamina siaga, juga mobil tanki PTO dispenser. "Jangan menunggu hingga indikator BBM mobil atau motor menunjukkan di bawah 50 persen. Termasuk sebelum memasuki tol, mesti antisipatif," sebutnya.
 

"Kalau pemudik dari Jakarta atau seputar Jawa Barat ke Jawa timur, biasanya jika isi full tank saat berangkat akan habis di sekitar Jawa Tengah. Jadi, memang peningkatan konsumsi BBM di Jawa Timur tidak terlalu besar," paparnya.

Menyambut Bulan Ramadan dan Idul Fitri 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V telah menyiapkan strategi penyaluran yang optimal guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada BBM. 
 

Untuk mendukung kelancaran penyaluran selama momen hari raya tersebut, Pertamina membentuk tim Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2019 yang telah bertugas sejak tanggal H-15 (21/05) hingga H+15 Lebaran. 
 

Tim satgas ini berperan khusus dalam memantau dan mengoordinasikan penyaluran BBM mulai dari penguatan stok, kelancaran distribusi di jalan raya hingga pemantauan kondisi di lapangan, sehingga ketersediaan BBM dan elpiji di masyarakat dapat terus terpenuhi. 
 

Berdasarkan data penyaluran untuk Malang Raya, produk gasoline (premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo) diprediksi naik 8 persen dari rata-rata konsumsi normal 1.220 KL per hari menjadi 1.320 KL per hari. 
 

Sedangkan  gasoil (solar, dexlite, Pertamina dex) diprediksi turun 17 persen dari rata-rata konsumsi normal 370 KL per hari menjadi 310 KL per hari. Kebutuhan BBM tersebut dilayani dari 73 SPBU yang disuplai dari Terminal BBM Malang. 
 

Sementara untuk total di Jawa Timur, selama masa Satgas Rafi 2019, Pertamina memprediksi terjadi kenaikan konsumsi 12 persen untuk produk gasoline. Sedangkan produk gasoil mengalami penurunan konsumsi sekitar 8 persen.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi  Rabu 29 Mei 2019 dan Jumat 31 Mei 2019, dengan peningkatan konsumsi gasoline tertinggi mencapai 41 persen.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->