BPAN LAI Banyuwangi Imbau Warga Abaikan Ajakan Oknum Tak Bertanggung Jawab

Alif HW. Ketua DPC BPAN LAI Kabupaten Banyuwangi.
Alif HW. Ketua DPC BPAN LAI Kabupaten Banyuwangi.

BATUTIMES - Gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan dimulai Jumat (14/6/19) mendatang membuat suhu politik dalam negeri mulai memanas lagi. Bahkan isu yang berkembang, mendekati sidang gugatan ke MK tersebut, akan ada pengerahan massa besar-besaran.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPC Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Banyuwangi Alif Hudi Widayat, mengimbau kepada warga Banyuwangi agar tidak terprovokasi dengan statemen-statemen  yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kami mohon kepada warga Banyuwangi  jangan mudah terprovokasi, yang menyebabkan kegaduhan negeri ini," ujar Alif Hudi Widayat, Rabu (12/6/2019) malam.

Alif berharap kepada elite politik hendaknya bijak dalam menyikapi persoalan ini dan tidak membuat statemen yang membikin bangsa semakin kacau.  Sehingga masyarakat kecil tidak turut terpancing dengan statement-statemen tersebut.

"Damainya negeri ini tergantung dari elite politik kita. Kalau elite politik kita berstatemen yang memanas-manasi arus bawah, jelas akan kacau bangsa ini," ujar Alif, yang juga ketua Pecinta Alam Remapenta Banyuwangi ini.

Namun, lanjut pria berusia 51 tahun ini, jika ada orang atau segelintir orang yang ingin mengacaukan negeri ini, pihaknya berharap TNI-Polri berani bertindak tegas. "Kalau ada perusuh, itu tugas Polri dan kami  mendukung ketegasan TNI-Polri dalam menjaga NKRI  dengan menindak tegas para perusuh itu," tandasnya.

Sebagai negara hukum, kata Alif, hendaknya masyarakat paham dan bersabar menunggu hasil keputusan MK dan jangan membuat keputusan sendiri. "Kita ini hidup di negara hukum. Hukum itu panglima tertinggi di negeri ini. Apa pun keputusan MK, kita harus menghormati dan mendukungnya," pintanya.

Pada prinsipnya, DPC BPAN LAI Banyuwangi  sebagai lembaga yang menjadi pengaman aset negara, tidak ingin bangsa ini tercerai berai gara-gara perbedaan pilihan atau perbedaan politik. Alif meminta semua elemen bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kehancuran. "NKRI harga mati, tidak bisa diganggu gugat," tandasnya.

Kepada masyarakat Banyuwangi, Alif berpesan agar tetap menjalankan rutinitasnya, untuk masa depan anak dan keluarganya. "Kepada semua warga, jika ada yang mengajak ke Jakarta untuk demo, jangan mau, mending bekerja, untuk mencukupi kebutuhan keluarganya," tutup pegiat asal Desa/Kecamatan Sempu Banyuwangi itu. 

Pewarta : Hakim Said
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->