Tunggu Hasil Kepolisian, Dishub Belum Mengetehaui Motif Jukir Nakal di Video Viral

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

BATUTIMES -  Viralnya video juru parkir (jukir) nakal karena meminta tarif parkir kepada pengendara kendaraan di luar batas kewajaran di Alun - Alun Kota Malang masih terus diusut.

Sebelumnya saat berita ini mencuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bergerak cepat dengan menerjunkan petugas ke area lokasi dan melakukan penertiban kepada yang bersangkutan. Pihaknya kini tengah menunggu hasil dari pihak kepolisian dari penyelidikan lanjutan.

"Sudah ditangani kepolisian melalui Polsek Klojen. Sampai hari ini saya masih belum dapat informasi lebih lanjut, bagaimana proses yang ditangani oleh unit reskrim Polsek Klojen," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto saat ditemui MalangTIMES, Selasa (18/6).

Handi menambahkan, pihaknya masih tetap akan melakukan cross check lapangan dengan data yang dimiliki Dishub untuk proses lebih lanjut. Alasan dari pelaku menaikkan tarif parkir, pihaknya juga masih mengusut hal itu.

"Saya belum tahu. Kejadiannya kapan, apakah saat lebaran atau baru - baru ini saya belum tahu. Karena kita juga belum bisa menemui si pelaku," imbuhnya.

Namun, ia menyatakan jika pihak dari Dishub Kota Malang turut memenuhi panggilan dari kepolisian untuk dimintai keterangan tambahan. "Hari ini tadi juru pungut dan Kabid Parkir Dishub juga dimintai keterangan oleh Polsek, dikonfrontir oleh keterangan pelaku," kata dia.

Sementara itu, dua oknum yang telah diamankan kepolisian yakni seorang jukir bernama Panut (51) warga Jl Ki Ageng Gribig RT.06 RW.07, Kelurahan Kedungkandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dan koordinator jukir Kholil (47) warga Jl Jodipan wetan Gang.III/ 19 RT 17 RW 706, Kelurahan Jodipan, Kecamatan, Blimbing, Kota Malang.

Pihak Dishub mengaku jika jika pelaku yang menarik tarif sebesar Rp 50 ribu tersebut bukan jukir resmi dan tidak memliki KTA (Kartu Tanda Anggota). "Kalau di data kita sementara di Dishub pelaku bukan jukir resmi. Tetapi, tidak mungkin yang bersangkutan tiba - tiba, ujug - ujug datang tanpa sepengetahuan dari koordinator parkir yang ada disana," jelasnya.

Meski masih belum mengambil langkah apapun, pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban dari koordinator parkir yang berada di lokasi kejadian. "Kita akan meminta pertanggungjawabannya. Tapi kita belum ambil langkah apa - apa juga, karena koordinator dan pelaku masih diamankan di Polsek," tandasnya.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->