Hafiz-Hafizah Terbaik UIN Malang Disiapkan di PIONIR 2019

Persiapan salah satu hafiz UIN Malang untuk PIONIR 2019. (Foto: Humas)
Persiapan salah satu hafiz UIN Malang untuk PIONIR 2019. (Foto: Humas)

BATUTIMES - Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni, dan Riset (PIONIR) IX disambut oleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dengan berbagai persiapan. Termasuk mematangkan persiapan para peserta dari berbagai cabang lomba. Salah satu cabang lomba yang banyak menjadi sorotan adalah Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).

Sebagai salah satu kampus Islam terbaik di Indonesia, UIN Malang memiliki sederet program unggulan. Salah satunya ialah program tahfiz Alquran bagi mahasiswanya. Telah menjadi tradisi bahwa di tiap tahunnya UIN Maliki Malang selalu melahirkan hafiz-hafizah dari setiap jurusan yang ada di kampus tersebut.

Pada kompetisi-kompetisi antar-PTKIN (perguruan tinggi keagamaan Islam negeri) sebelumnya, UIN Malang kerap unggul dalam bidang Alquran. Maka tak heran untuk PIONIR IX, para koordinator MHQ melakukan persiapan yang serius dan matang.

Seperti yang diungkap oleh Awaluddin pada Rabu (26/6), pelatih lomba MHQ, seleksi lomba MHQ meliputi beberapa pertimbangan. "Tak hanya mempertimbangkan hafalan yang dimiliki. Riwayat dan pengalaman mengikuti lomba sejenis juga diperhitungkan," ujarnya.

Berbekal hafalan yang bagus dan pengalaman, medali ketiga kategori MHQ, yakni 5, 10 dan 30 juz, kini siap dipertaruhkan oleh hafiz dan hafizah terbaik di UIN Malang.

Salah satu peserta yang yakni Mohammad Ilham, mahasiswa jurusan psikologi. Ilham akan mewakili UIN Malang di kategori MHQ 10 juz. Lelaki asal Probolinggo ini telah beberapa kali memenangkan kompetisi Al-Qur’an seperti MTQ dan MHQ, baik di tingkat kabupaten hingga provinsi. Sedangkan, untuk kompetisi nasional antar-PTKIN, mahasiswa semester 3 ini mengaku baru pertama kali ikut dengan PIONIR ini. "Kalau PIONIR baru kali ini saya mengikutinya," ungkapnya.

Meski telah beberapa kali memenangkan lomba, Ilham mengaku tidak mempunyai ambisi yang terlalu besar untuk meraih medali di PIONIR. Ia hanya berharap dapat melaksanakan lomba dengan lancar dan tidak mengecewakan.

Di samping itu, sang pelatih pun tidak menuntut para kontingen untuk menang. “Sebenarnya, targetnya itu mengalahkan diri sendiri. Setiap perlombaan itu, ya, ingin menang. Tapi, untuk target selama TC itu adalah berlatih sampai optimal. Pada hari H, jangan sampai terbebani dengan juara. Yang penting optimal. Kalau optimal,  meski tidak menang, tetap puas,” jelas Awaluddin.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->