Beki, Meli, Giro, Lilo, dan Lawe, Lima Maskot Porprov Jatim yang Bisa Jadi Inspirasi Semangatmu

Lima maskot yang digunakan dalam Porprov VI 2019 Jatim. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Lima maskot yang digunakan dalam Porprov VI 2019 Jatim. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

BATUTIMES - Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2019 Jawa Timur (Jatim), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengenalkan kepada publik lima maskot yang diusung dalam gelaran olahraga terbesar di tingkat provinsi itu. Kelima maskot itu adalah Beki, Meli, Giro, Lilo, dan Lawe yang masing-masing punya filosofi yang bisa menjadi inspirasi dalam mengawali pekan ini.

"Memperkenalkan kelima maskot dalam Porprov Jatim 2019 mendatang. Ada Meli (Meliwis Putih) dari Bojonegoro, Giro (Kerbau Giras) dari Gresik, Lilo (Lele) dari Lamongan, Lawe (Kuda) dari Tuban, dan terakhir Beki (Ayam Bekisar) yang merupakan maskot Provinsi Jawa Timur," tulis Khofifah dalam akun Instagram resminya. 

Meski terlihat seperti boneka-boneka lucu, maskot tersebut memiliki banyak nilai filosofis. "Lima maskot itu bukan sembarang maskot karena melambangkan keberagaman, kesatuan, keberanian, semangat juang, sportivitas, dan prestasi," tambah Khofifah.

Ada si Beki (Ayam Bekisar) sebagai maskot Jawa Timur. Ayam bekisar merupakan fauna khas Jawa Timur. Beki melambangkan sifat berani, lincah, milenial dan berprestasi.

Lalu ada Meli (Meliwis Putih), maskot ini berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Si Meli, mempresentasikan kebanggan warga Bojonegoro yang lincah, cepat, cerdas, dan berprestasi. 

Selanjutnya ada Si Giro (Kerbau Giras). Giro adalah maskot dari Kabupaten Gresik. Kerbau Giras ini menjadi simbol berkobarnya semangat masyarakat Gresik. 

Ada juga si Lilo atau Lele asli Lamongan. Salah satu jenis ikan ini menggambarkan bahwa warga Lamongan lincah, cerdas dan bersemangat mengobarkan jiwa di Porprov Jatim. 

Kemudian ada si Lawe dari Kabupaten Tuban. Lawe ini merupakan penggambaran dari tokoh RH Ronggolawe, Adipati Tuban. Dengan menggunakan simbol Kuda, Lawe membawa jiwa semangat, kecepatan, kekuatan dan sportivitas.

"Nah, kalau logo Porprov sendiri mengambil bentuk pintu gerbang atau gapura Kerajaan Majapahit yang melambangkan kebesaran dan cita-cita Jawa Timur menjadi Provinsi yang terdepan, maju dan berprestasi. Sedulur, ayo bersama kita sukseskan perhelatan Porprov Jatim 2019," pungkas Khofifah.

Rencananya, Porprov VI 2019 Jatim akan dibuka di Stadion Surajaya, Lamongan pada 6 Juli 2019. Lalu akan ditutup pada 13 Juli di Kabupaten Tuban. Ada sekitar 7.200 atlet se-Jawa Timur yang akan terjun di empat kabupaten tempat gelaran porprov ini berlangsung.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->