Pantau Kondisi Udara Kota Malang, DLH Pasang Alat Deteksi Udara di 27 Titik

Ilustrasi polusi udara (and.net.id)
Ilustrasi polusi udara (and.net.id)

BATUTIMES - Memantau kualitas udara di Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, memasang 27 alat deteksi udara di berbagai titik. 

Alat pendeteksi kondisi udara yang dipasang tersebut, nantinya akan berfungsi memantau udara Kota Malang selama 24 jam.

Pemasangan alat ini merupakan suatu keharusan, dimana Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mewajibkan pemasangan alat tersebut di tiap kabupaten dan kota.

"Memang ini sesuai aturan KLHK yang mengharuskan setiap kabupaten atau kota memiliki sampling kondisi udara. Sehingga, kulitas udara bisa terpantau, apakah mengalami pencemaran atau tidak, apakah masih sehat atau tidak," bebernya.

Lanjutnya, alat pendeteksi udara ini akan ditempatkan pada kawasan-kawasan industrial, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) maupun pusat kota yang padat dengan kendaraan setiap harinya.

Sampling dari udara sendiri akan diambil setiap harinya. Radius jangkauan pemantauan dari alat ini juga cukup jauh. Sekitar dua sampai tiga kilometer.

"Kalau untuk Kota Malang sendiri, udaranya cukup bagus. Ada memang beberapa titik yang sedikit tercemar dengan asap kendaraan," ungkapnya.

Sementara itu, alat tersebut akan dipasang di beberapa titik secara bertahap, seperti di kawasan Balai Kota Malang maupun di kawasan Taman Trunojoyo. Pada alat tersebut, terdapat sebuah bahan kimia yang bisa mengambil sampel udara dan debu.

Dengan alat pendeteksi udara tersebut, nantinya sampel udara akan diambil sebanyak empat kali dalam sehari. Dimulai pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, siang pukul 11.00 WIB, sore pukul 15.00 WIB dan malam pukul 20.00 WIB.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->