Angkat Tong Pikulan Banyu Tampar, Triat Tunggal Desa Torongrejo Jawara Festival Olahraga Tradisional Kota Batu

Kelompok Desa Torongrejo saat tampil dalam Festival Olahraga Tradisional yang berlangsung di Lapangan Desa Beji Kecamatan Junrejo, Minggu (14/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kelompok Desa Torongrejo saat tampil dalam Festival Olahraga Tradisional yang berlangsung di Lapangan Desa Beji Kecamatan Junrejo, Minggu (14/7/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - ‘Tong Pikulan Banyu Tampar’ yang memiliki makna bersama menyatu, gotong royong dalam bentuk olahraga tradisional menghantarkan tim Triat Tunggal Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo rebut piala utama Festival Olahraga Tradisional yang berlangsung di Lapangan Desa Beji Kecamatan Junrejo, Minggu (14/7/2019).

Mereka berjuang setelah mengalahkan 17 peserta lainnya dari Kota Batu lantaran mampu memikat dewan juri. 

Karena telah mengangkat Desa Torongrejo melalui olahraga tradisional.

Mereka melakukan dengan mengangkat tong yang sudah dihias dengan apik itu, menyusun tong menjadi atraksi yang unik dan menarik perhatian para penonton. Yang diartikan tong itu sebagai wadah atau tandon untuk menampung air. 

Lalu mereka juga memikul tong, yang memiliki arti beban dan peseimbang. Juga banyu yang diibaratkan dalam tong itu sebagai sumber atau kehidupan.

Dan juga tampar sebagi ikatan atau pemersatu masyarakat Desa Torongrejo. 

Mereka mempersembahkan karya kurang lebih 15 menit, juga menggunakan musik gamelan lengkap dengan pakaian tradisionalnya. 

Pimpinan Produksi Triat Tunggal Desa Torongrejo, Iswandi mejelaskan, nilai yang paling menonjol di dalam olahraga tradisional adalah nilai-nilai kebersamaan untuk menjalin persahabatan. 

Di dalam olahraga tradisional ini terkandung nilai-nilai kearifan lokal.

“Lewat karya ini sebagi gerbang untuk menemukan dan menumbuhkan kembali jati diri bangsa dan budaya luhur, mereka mengingatkan idealisme mereka dalam ‘Olahraga Seni dan Budaya yang Adiluhung Tong Pikulan Banyu Tampar’,” kata Iswandi. 

Menurutnya dengan adanya kegiatan ini merupakan kegiatan yang luar biasa untuk menumbuhkan kembali olahraga tradisional di kalangan masyarakat. 

“Agar tahu mana olahraga, mana seni, mana tradisional,” imbuhnya.

Sementara itu Kasi Olahraga Rekreasi, Bidang Olahraga dan Pemuda Dinas Pendidikan Kota Batu Ahmad Kusni menjelaskan, digelarnya festival ini untuk mencari bibit-bibit atlet di kalangan masyarakat. Sekaligus mengasah kemampuan dalam olahraga tersebut.

“Ini juga upaya untuk melestarikan olahraga tradisional di Kota Batu agar tidak punah. Juga mengembangkan dan memasalkan kesenian dan olahraga tradisional di masyarakat,” ucap Kusni.

Nantinya mereka yang meraih juara satu bisa mewakili Kota Batu di tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Ya nanti yang Juara I akan ada pelatihan lagi untuk ke tingkat Jawa Timur. Tapi kalau ditingkat Jatim tidak diselenggarakan nantinya mereka bisa tampil di tempat wisata,” tambahnya.

Sedang yang meraih juara II yakni Desa Beji dan juara III Desa Oro-Oro Ombo. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->