Satpol PP Kota Batu Pergoki 120 PKL Berjualan di Area Zona Merah

Satpol PP Kota Batu saat melakukan sosialisasi kepada PK di jalan Panglima Sudirman. (Foto: istimewa)
Satpol PP Kota Batu saat melakukan sosialisasi kepada PK di jalan Panglima Sudirman. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - 120 Pedagang Kaki Lima (PKL) dipergoki Satpol PP Kota Batu menjajakan dagangnnya di area papan larangan berjualan di jalan protokol Kota Batu. 

Padahal papan itu sudah terpasang selama beberapa hari.

Mereka yang berjualan di atas zona merah itu menggunakan mobil, sepeda motor, hingga toko-toko yang masih memanfaatkan trotoar. Para PKL itu didapati di zona merah 45 titik.

Zona merah itu ada di jalan protokol, seperti di jalan Panglima Sudriman, Jalan Diponegoro, dan Jalan Ir Soekarno. 

“Beberapa hari yang lalu kami telah melakukan pemasangan papan larangan berjualan. Setelah selesai kami lakukan sosialisasi,” kata Kasi Pengedalian Operasional (Dalops) Satpol PP Kota Batu, Deny Ardian.

Sosialisasi atau peringatan kepada PKL itu dilakukan untuk melihat sejauh mana mereka bertindak. 

Nyatanya mereka tetap melanggar meskipun terdapat papan larangan tersebut.

“Setelah ini kamu akan melakukan langkah preventif. Kemudian secara berkelanjutan akan akan diberi surat peringatan (SP) 1,” imbuhnya.

Namun jika SP 1 itu diabaikan oleh PKL lanjut Deny, pihaknya akan memberikan SP 2. 

Tetapi jika SP 2 masih saja diabaikan akan langsung dilakukan penertiban.

“Dari SP 1 itu kami memberikan waktu 7 hari, SP 2 kita kasih waktu 3 hari, demikian juga SP3. Kalau masih tidak digubris kita langsung bertindak menertibkan dagangannya,” tambah Deny. 

Padahal dalam papan larangan di zona merah itu jelas tertera kalimat larangan dan sanksi. 

Dalam papan larangan itu tertulis, "Kawasan ini merupakan zona merah pedagang kaki lima (lokasi dilarang berjualan)". 

Aturan ini mengacu pada Pasal 2 ayat (1), Perwali Kota Batu nomor 52 tahun 2019 tentang perubahan atas perwali Kota Batu nomor 18 tahun 2011 tentang penetapan kawasan bebas pedagang kaki lima di wilayah Kota Batu. 

Sanksi pasal 9 perda nomor 5 tahun 2005 adalah dirampas atau disita dagangannya dengan pidana kurungan 6 bulan dan denda Rp 500 ribu. 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->