Polling Ketua PB NU

Siapa Ketua Umum Tanfidziyah PBNU Pilihan Nahdliyin?

Logo Muktamar Nahdlatul Ulama ke 33 di Jombang. (Foto: Google)
Logo Muktamar Nahdlatul Ulama ke 33 di Jombang. (Foto: Google)

MALANGTIMES - Gempita Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sudah menggema sejak setahun lalu. Puncaknya, pada 1-5 Agustus mendatang. Pembicaraan di kalangan nahdliyin pun sudah ramai. Pembicaraan tak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia gaib alias dunia maya (internet). Sebut saja di media online atau media sosial.

Nama-nama calon yang akan ‘merebut’ kursi Ketua Umum Tanfidziyah PBNU sudah mulai bermunculan. Bahkan, sudah menjadi perbincangan atau diskusi juga di media sosial, seperti Facebook (FB), Twitter, Whatsapp (WA) dan sejenisnya.

Ada banyak nama yang muncul. Di antaranya, untuk calon Ketua Umum Tanfidziyah PBNU ada Prof Dr KH Said Aqil Siraj, KH Sholahudin Wahid, KH As’ad Said Ali, KH Mohammad Adnan, Slamet Effendy Yusuf, Saifullah Yusuf, Prof Dr Mahfud MD, Jusuf Kalla, KH Muhammad Idrus Ramli, Masdar Farid Mas’udi, KH Marzuki Mustamar, KH Mutawakkil Alallah, KH Tony Wanggai, dan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Sementara nama-nama untuk Rais Syuriah PBNU di antaranya, KH A. Mustofa Bisri, KH Hasyim Muzadi, Habib Lutfi bin Yahya, KH Moch. Tholchah Hasan, KH Nawawi Abdul Jalil, KH Maemun Zubair, KH Dimyati Rois, KH Ma’ruf Amin, KH Ali Yafie, TG KH Turmudzi, dan KH Miftahul Ahyar.

Dari nama-nama di atas, JATIMTIMES, berinisiatif untuk menggelar polling siapa Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dan Rais Syuriah PBNU pilihan warga Nahdliyin? Inisiatif tersebut berawal dari maraknya cara pemilihan modern melalui online. Bahkan akibat demam online, beberapa tahun ini, gencar isu nikah secara online, memilih istri via online, belajar agama, mencari tuhan, melalui online hingga bisnis online.

Tak mustahil, jika beberapa tahun kedepan, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dan Rais Aam PBNU akan dipilih secara online. Mengapa? Karena, keberadaan teknologi kini, seakan menjadi ‘tuhan kedua’ bagi masyarakat modern. Apa yang dibutuhkan dan dicari masyarakat, hanya tinggal klik, di ‘Kiai Google’, sudah terkabul.

Cara polling ini, tak ada jaminan menjadi kebenaran. Karena hanya Allah SWT yang memiliki-kebenaran. Kita semua hanya bisa ikhtiar dan berdoa. Namun, setidaknya, cara polling ini, bisa memberikan ‘kopi panas’ bermuatan ilmu bagi warga nahdliyin. Memberikan setitik pencerahan siapa sosok yang layak memimpin NU kedepan. Karena memimpin NU ditengah serbuan arus informasi dan teknologi serta globalisasi tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi godaan NU dalam sektor politik. (redaksi)

Pewarta : Redaksi
Editor : Redaksi
Publisher :
Sumber : Jatim TIMES
-->