Dari GOR Pinggiran Kota Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Wali Kota Malang Sutiaji ketika memberikan keterangan pers.
Wali Kota Malang Sutiaji ketika memberikan keterangan pers.

BATUTIMES - GOR (Gelanggang Olahraga) Ken Arok yang ada di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mulai Selasa (1/10/2019) hingga Minggu (6/10/2019) bakal sibuk. 

Gedung yang berada di daerah pinggiran kota itu sedang menggelar hajat Yuzu Indonesia Masters 2019. Kejuaraan ini diikuti 281 pebulu tangkis dari 15 negara.

Sebelumnya jarang ada yang mengenal nama GOR Ken Arok. Dan baru kali ini juga dijadikan tempat ajang turnamen bulu tangkis bertaraf internasional. GOR Ken Arok ini berlokasi di pinggiran kota dan memiliki jarak sekitar lima kilometer dari pusat kota atau alun-alun.

Achmad Budiharto, ketua panitia pelaksana Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100, mengatakan bila kejuaraan ini terasa lebih istimewa. “Rasanya banyak sekali keistimewaan di turnamen ini. Pertama, Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100 ini masuk ke dalam perhitungan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Kemudian, turnamen ini juga diikuti pemain elite dunia seperti Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Zhang Nan dan masih banyak lagi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai sekretaris jenderal PP PBSI saat konferensi pers, Senin (30/9).

Selain itu,  Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100 terasa istimewa karena bisa dilaksanakan di tingkat kota. Biasanya, ajang bergengsi selevel ini dilaksanakan di tingkat provinsi. "Untuk itu, kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan wali kota Malang atas kerja sama yang baik demi kelancaran kejuaraan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyambut baik dan mendukung penuh terselenggaranya Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100. Tak lupa, Sutiaji menyampaikan rasa terima kasihnya karena Kota Malang mendapatkan kesempatan serta kepercayaan untuk menjadi tuan rumah turnamen kelas dunia seperti ini.

“Atas nama Pemerintah Kota Malang, kami ucapkan terima kasih karena sudah memercayakan Kota Malang sebagai tuan rumah pelaksanaan Yuzu Indonesia Masters 2019 BWF Tour Super 100. Terus terang, untuk bisa seperti ini tidaklah mudah. Dibutuhkan proses yang panjang dan memenuhi strandar yang ditentukan BWF. Mudah-mudahan bisa kami agendakan lagi  tahun berikutnya,” imbuh Sutiaji.

Salah satu andalan ganda putri Indonesia dalam turnamen ini adalah Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta. Mereka akan kembali bertanding setelah sebelumnya baru saja keluar sebagai juara di Yonex Sunrise Vietnam Open 2019, BWF World Tour Super 100. 

Menurut Della, persiapan mengikuti turnamen ini memang cukup mepet. Sebab, bulan September sebelumnya baru saja terjun di Yonex Sunrise Vietnam Open 2019. "Tapi saya tetap ingin juara. Siapa sih yang tidak kepingin juara," tandasnya.

Dia ingin agar semangat itu bisa terus terjaga dan berharap bisa berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. "Malang kotanya sejuk dan saya tidak sabar untuk bertanding di sini. Semoga bisa memberikan terbaik," imbuhnya.

Terpisah, Head of Marketing Yuzu Ricky Tjitrahardja menambahkan Yuzu Isotonic sebagai sponsor utama berharap bisa menjadi ajang yang meningkatkan kemampuan para pebulu tangkis muda sebelum nantinya berlaga di level senior. Hal ini merupakan komitmen Yuzu yang selalu mendukung kemajuan olahraga di Indonesia.

"Terus mendukung bakat dan prestasi para atlet muda Indonesia adalah alasan brand Yuzu Isotonic bergabung dan mendukung penuh Yuzu Indonesia Masters 2019 ini diselenggarakan. Terlebih didukung minuman Yuzu Isotonic yang mengandung tujuh ion utama yang lebih cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang dan ekstrak buah yuzu asli yang menyegarkan. Kami senantiasa berharap agar dunia perbulutangkisan Indonesia terus berkembang dan mengharumkan nama bangsa," ucapnya.
 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->