Mengenal Profesi Wakil Pialang Berjangka yang Memiliki Potensi Karir Cemerlang

Eksekutif Manager BPF Eva Ulina Siagian (berdiri) dan Branch Manager BPF Andri (duduk) dalam seminar
Eksekutif Manager BPF Eva Ulina Siagian (berdiri) dan Branch Manager BPF Andri (duduk) dalam seminar "Mengenal Profesi dengan Bayaran Tertinggi di Perdagangan Berjangka Komoditi". (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Setelah lulus kuliah, sebagian besar mahasiswa ekonomi biasanya mencari pekerjaan sebagai admin, akuntan, marketing, atau sales. Padahal, saat ini terdapat satu profesi yang karirnya cukup cemerlang. Gajinya mencapai puluhan juta bahkan hingga unlimited. Profesi tersebut ialah Wakil Pialang Berjangka (WPB).

PT. Bestprofit Futures (BPF) mengenalkan profesi WPB tersebut kepada 100 mahasiswa STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) Malangkucecwara (ABM) dalam Seminar "Mengenal Profesi dengan Bayaran Tertinggi di Perdagangan Berjangka Komoditi", Selasa (8/10/2019).

"Karir Wakil Pialang Berjangka cukup cemerlang," ujar Branch Manager BPF, Andri, saat membuka seminar tersebut.

Peran WPB sendiri, dijelaskan Andri, di antaranya edukasi ke nasabah, pendampingan pada saat transaksi, dan sosialisasi tentang trading.

"Profesi WPB ke depannya sangat menjanjikan karena punya jangka karir," tandasnya.

WPB melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka tempat ia bernaung. Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011, Perdagangan Berjangka adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.

Eva Ulina Siagian selaku Eksekutif Manager BPF dan pemateri dalam seminar tersebut menjelaskan, perdagangan berjangka sama sistemnya dengan jual beli.

"Tapi di sini bedanya jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian," terangnya.

Perdagangan Berjangka di Indonesia sendiri di bawah koordinasi Departemen Perdagangan dan dibawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dengan dasar hukum UU No. 10 Tahun 2011.

Untungnya bagi fresh graduate, menjadi WPB berpenghasilan besar tidak harus berpendidikan tinggi sebagai spesialis dan pengalaman belasan tahun.

"Alasan berkarir menjadi WPB di antaranya ada 3, yakni penghasilan tinggi, koneksi luas, dan kepribadian tangguh," tandas Eva.

Terpisah, Branch Manager Bestprofit Futures (BPF), Andri menjelaskan, Wakil Pialang Berjangka harus lulus ujian profesi Wakil Pialang. Dan untuk menjadi Wakil Pialang minimal harus D3.

"Syarat pendidikan minimal D3. Setelah lulus, kerja dulu, lalu ikut tes pialang," jelasnya.

Tesnya WPB sendiri diadakan oleh Bappebti. Untuk itu, menjadi WPB harus berpengalaman dan punya izin resmi. Tidak bisa abal-abal.

Lalu, adakah kesempatan bagi yang masih berstatus sebagai mahasiswa?

"Kalau mereka masih mahasiswa boleh kerja di Pialang tapi hanya posisi sebagai seorang bisnis konsultan. Nanti setelah mereka punya pengalaman bekerja dan lulus di kampus, mereka bisa ikut ujian negara untuk menjadi Calon Wakil Pialang," beber Andri.

Jadi, untuk menjadi WPB harus lulus ujian negara dulu. Setelah itu baru ia resmi menjadi WPB.

Pembantu Ketua I STIE Malangkucecwara, Dra Tutik Arniati Ak MM menyampaikan, seminar ini merupakan rangkaian dari program Futures Trading Learning Center  (FTLC) yang ditandatangani antara PT. BPF, PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero), dan PT. Bursa Berjangka Jakarta bersama STIE Malangkucecwara pada 18 Juni 2019 lalu.

"FTLC adalah pusat kegiatan ilmiah, informasi dan sosialisasi tentang perdagangan berjangka komoditas. FTLC juga forum untuk pengembangan kewirausahaan dan profesionalisme bagi mahasiswa dan pengajar di lingkungan kampus," bebernya.

Saat ini total terdapat 24 kampus yang memiliki FTLC dan STIE Malangkucecwara adalah mitra kedua untuk PT. BPF setelah Universitas Tanjungpura di Pontianak.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->