Kota Pendidikan Dikepung Tempat Maksiat (6)

PCNU Kota Malang Tegas Menentang Maraknya Tempat Hiburan Malam di Dekat Lingkungan Pendidikan

Ryois Syuriah PCNU Kota Malang KH Chamzawi (Foto : Istimewa)
Ryois Syuriah PCNU Kota Malang KH Chamzawi (Foto : Istimewa)

BATUTIMES - Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Malang dengan tegas menyatakan menentang praktek berdirinya tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan. 

Sebab, hal tersebut jelas merusak masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di 'Bhumi Arema'. 

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah melakukan protes melalui surat terbuka terhadap maraknya berdiri tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan. 

Mereka menilai hal tersebut jelas merusak citra Kota Malang sebagai kota pendidikan. Karenanya, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama-sama menyikapi persoalan ini demi menyelematkan generasi bangsa. 

Rois Suriah PCNU Kota Malang KH Chamzawi menegaskan pihaknya sangat menentang adanya praktek tersebut. 

"Intinya PCNU jelas-jelas akan menentang adanya praktek seperti itu," tegas KH Chamzawi kepada MalangTIMES melalui telepon. 

"Saya kira bukan NU saja ya, bahkan semuanya mengatakan tidak bagus jika banyak tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan," imbuhnya. 

KH Chamzawi dalam hal ini setuju dengan langkah yang ditempuh oleh mahasiswa, karena menurutnya memang seharusnya di dekat lingkungan pendidikan tidak boleh ada tempat hiburan malam. 

"Kalau tempat hiburan malam ya memang tidak bagus, dan tempat pendidikan harusnya dihindarkan dari hal negatif seperti itu agar adik-adik tidak terpengaruh. Dan begini, karena kami belum tahu pasti itu bagaimana, tapi kalau kami tahu pasti kami tidak setuju," ungkapnya. 

Dengan adanya hal ini, PCNU Kota Malang meminta Pemerintah Kota Malang segera melakukan tindakan karena jika terlambat menyikapi maka kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar.

"Kami minta Pemkot segera bertindaklah supaya lingkungan pendidikan itu disterilkan dari tempat seperti itu," katanya. 

Sebelumnya, KH Chamzawi mengaku sudah pernah melakukan pembicaraan terkait minuman keras yang cukup meresahkan di Kota Malang. Namun hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur pelarangan tersebut. 

"Kami memang pernah melakukan pembicaraan tentang miras itu, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Ya nanti lah kami akan bicarakan waktu ada rapat di MUI terkait tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan," pungkasnya.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->