Kota Pendidikan Dikepung Tempat Maksiat (7)

Pengurus Muhammadiyah Sebut Hiburan Malam Kian Marak karena Aturan Tidak Ditegakkan

Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Malang, Dr Abdul Haris
Ketua Pengurus Muhammadiyah Kota Malang, Dr Abdul Haris

BATUTIMES - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang merespons maraknya tempat hiburan malam di Kota Malang dengan menyebut bahwa hal tersebut merupakan imbas tidak adanya ketegasan penegakan aturan yang sudah dibuat.

Aturan tentang mendirikan tempat hiburan malam memang sudah ada. Salah satunya berbunyi tidak boleh berdiri di dekat lingkungan sekolah. 

Akan tetapi, hal tersebut nampaknya hanya sebatas tulisan yang dibuat pemerintah daerah dan diketahui oleh pihak legislatif. 

Kenyataannya, tidak ada pergerakan masif yang melarang tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan. 

Persoalan ini kembali jadi pembahasan serius berbagai kalangan setelah organisasi mahasiswa yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Widyagama Malang melakukan protes keras terhadap fenomena tersebut. 

Dengan adanya protes tersebut, PDM Kota Malang menyebut harus ada yang melihat dan memperhatikan tentang aturan pendirian tempat hiburan malam. 

"Saya rasa aturan itu sudah ada, cuma konsekuensinya harus dijaga lagi. Dan yang paling penting menurut saya adalah ketulusan memimpin suatu pemerintahan agar menjadikan Indonesia lebih baik ke depannya," ujar Ketua PDM Kota Malang Dr Abdul Haris kepada MalangTIMES. 

Abdul Haris mengaku bahwa sebenarnya sangat menyayangkan adanya praktek seperti itu.

Tapi ia menyebut bahwa seharusnya pemerintah juga harus tahu, mana yang akan berdampak bahaya, mana yang akan memberikan manfaat, dan dimana tempat hiburan malam itu seharusnya dibangun. 

"Saat ada pembangunan tempat hiburan di dekat lingkungan sekolah tentu sebenarnya itu peran pemerintah. Nah, tapi problemnya sekarang ini kan ketulusan mengurus wilayah tidak muncul di beberapa pejabat, sehingga tidak pada prinsip awal yang mengelola dengan baik. Dan (saya khawatir) ada hal-hal tertentu sehingga memperbolehkan berdirinya hal seperti itu," katanya. 

Saat mau menjumpai MalangTIMES di tengah kesibukannya sebagai dosen, Abdul Haris juga tidak menyalahkan mahasiswa yang melakukan protes tentang tempat hiburan malam yang berada dekat dengan lingkungan pendidikan. Tapi ia terus mengingatkan agar tidak cara protes tidak harus dengan anarkis. 

"Mengurus suatu negara atau pun daerah tidak hanya diserahkan kepada aparat pemerintah, tapi mahasiswa juga punya peran untuk mencegah jika dirasa itu akan merusak masyarakat," katanya. 

Disinggung mengenai langkah PDM sendiri dalam menyikapi hal tersebut, Abdul Haris mengatakan saat ini memang belum ada pembicaraan khusus terkait permasalahan ini. 

Tapi pihaknya pernah melakukan pembicaraan non formal terkait tempat hiburan malam dan miras kepada para forkopimda Kota Malang. 

"Kami belum bicara secara khusus ya mengenai masalah itu. Tapi dulu kami pernah membahas ini, termasuk masalah miras juga. Pembicaraan non formal kepada wali kota dan Kapolres itu sudah pernah kami lakukan di MUI. Jadi, istilahnya kami nitip pesen seperti itu," ungkapnya. 

Dan saat ini, setelah mengetahui ada pihak yang memprotes praktek pendirian tempat hiburan malam di dekat lingkungan pendidikan, Abdul Haris menyebut wali kota dalam hal ini sebenarnya harus mengambil langkah yang bijak. 

"Kalau dari awal kami diajak bicara, tentu kami akan menolak, karena itu akan mengotori proses pendidikan. Kalau sudah terjadi seperti ini kan kami hanya bisa mengimbau, tidak bisa kemudian menghentikan. Mengimbau pun kalau di terima ya Alhamdulillah, dan jika keadaannya darurat baru kami akan bertindak. Dan sebenarnya yang bisa mengambil keputusan ini kan juga DPRD, karena sebelumnya membangun kan juga pasti melalui itu," paparnya. 

Kini, langkah kongkret dari PDM sendiri untuk menyikapi hal tersebut akan segera duduk bersama Nahdatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam di Indonesia untuk membicarakan agar Kota Malang lebih baik ke depannya. 

"Langkah kongkrit nya yaitu bersama-sama melalui MUI, kami dan juga NU agar pemerintah bisa menata dengan baik, termasuk miras yang baru-baru ini meresahkan itu. Intinya kita dengan lembaga lain harus bersatu satu suara, tidak ada tendensi apapun menyuarakan kebaikan itu," tegasnya.

Pewarta : Hendra Saputra
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->