Bupati Rijanto Sambut dan Fasilitasi 5 Pengungsi Wamena asal Blitar

Bupati Blitar Rijanto, Kepala Dinsos Romelan bersama para pengungsi Wamena asal Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Bupati Blitar Rijanto, Kepala Dinsos Romelan bersama para pengungsi Wamena asal Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

BATUTIMES - Sebanyak 5 pengungsi asal Wamena, Papua tiba di kampung halaman, Kabupaten Blitar, Rabu (9/10/2019) malam. Ke-5 pengungsi tiba sekitar pukul 19.00 Wib menggunakan satu unit mobil dan satu unit ambulans setelah dijemput Dinas Sosial dari Bandara Juanda.

Nampak raut muka yang sedang kelelahan terlihat di wajah para pengungsi setelah melalui perjalanan yang panjang dari kota Jayapura. Setiba di Kabupaten Blitar, kelima pengungsi disambut oleh Bupati Blitar Rijanto, Kepala Dinas Sosial Romelan dan jajaran kepala OPD Teknis di Pendopo Agung Ronggo Hadi Negoro. Nampak juga sejumlah sanak saudara dari keluarga pengungsi menyambut kedatangan para rombongan.

Tak hanya disambut, kelima pengungsi Wamena itu juga dibekali sembako. Selain itu, para pengungsi juga mendapatkan peralatan masak.

Bupati Blitar, Rijanto kepada wartawan di sela-sela menerima pengungsi mengatakan, Pemkab Blitar memberikan fasilitas kepada kelima pengungsi Wamena karena mereka adalah warga Kabupaten Blitar. Diketahui mereka adalah satu keluarga yakni Yudi prasetyo (23), Siswo Daroeni (39), Endang, dan Samsudin, keempatnya warga Desa Gledug, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. serta Edi Handoko (36, menantu Endang), warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

“Mereka pulang dengan biaya mandiri, kita fasilitasi penjemputan. Insyaallah nanti biaya kepulangan kita upayakan akan kami ganti. Karena kepulangan mereka ini kan mendadak,” ungkap Bupati Rijanto.

Dikatakan Bupati, selain kelima orang ini, empat di antaranya berada dalam kondisi sehat. Sementara satu orang wanita paruh baya yakni Endang berada dalam kondisi sakit. Endang diketahui menderita sakit dan shock setelah menyelamatkan diri dari amuk massa kerusuhan Wamena.

“Untuk yang sakit, saya instruksikan kepada Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk memberikan fasilitas pengobatan sampai sembuh. Yang bersangkutan akan diopname sampai sembuh. Dan untuk biaya akan kami gratiskan,” terangnya.

Di kesempatan ini Bupati juga memberikan motivasi kepada para pengungsi. Dan Bupati pun merasa bangga ketika mendengar keinginan para pengungsi untuk kembali ke Wamena untuk bekerja bila kondisi disana dirasa sudah benar-benar aman. Diketahui para warga Blitar itu bekerja di Wamena dengan membuka usaha bengkel teter.

“Mereka bilang ke saya usaha mereka di sana sudah jalan dan sudah menyatu dengan warga di sana. Ketika terjadi kerusuhan pun mereka juga ditolong oleh orang sana (asli Wamena). Dan sebetulnya mereka itu orang yang hebat-hebat, karena hanya situasi yang kemarin akhirnya semburat tidak karu karuan,” papar bupati yang dikenal peduli dan dekat dengan rakyat.

Sementara itu Samsudin, salah satu pengungsi menuturkan dirinya merasa lega setelah bisa kembali tiba di Kabupaten Blitar, tanah kampung halaman. "Kami merasa lega sudah bisa kembali ke kampung halaman lagi. Jujur kami masih trauma dan shock dengan kerusuhan dan huru hara di Wamena. Kepulangan ini adalah sebagai usaha untuk menyelamatkan diri sementara waktu,” katanya.

Sebelumnya lanjut dia, ketika di sana pasca kerusuhan, dirinya dan keluarga ditolong oleh orang-orang asli Wamena. Dia mengaku memilih pulang ke Blitar karena di Wamena saat ini muncul isu-isu yang belum tentu kebenarannya, salah satunya aksi demonstrasi. “Semoga Wamena segera aman, jika sudah aman kami akan kembali ke sana. Karena rezeki kami sekeluarga ada di sana, kerjaan kami di sana lancar,” pungkasnya.(kmf)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->