Bantah Bersuami, Wanita Tidur Di Pos Kamling Berstatus Janda

Sulasmiasih Saat menunjukkan surat cerai / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Sulasmiasih Saat menunjukkan surat cerai / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

BATUTIMES - Sulasmiasih (21) warga Dusun Jambegede RT 048 RW 05 Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang diamankan perangkat desa saat bangun kesiangan di Pos Kamling Desa Wates Kecamatan Sumbergempol, Kamis (10 /10) lalu, angkat bicara. 

Dirinya yang saat itu tidur bersama lelaki yang bernama Irfan Yogik Romansah (20) warga RT 16 RW 6 Dusun Kedungjalin Desa Junjung mengaku kemalaman setelah seharian mengurusi surat persyaratan menikah ke orang tua Yogik di wilayah Pagerwojo.

"Pas malam iku kan baru dari Waduk Wonorejo minta fotocopy KTP ayah kandung dari Irfan untuk persyaratan surat pidah nikah," ungkap Sulasmiasih, melalui pesan elektronik.

Karena malam, urusan baru selesai sekitar jam 23.00 wib dan kemudian mereka memutuskan langsung pulang ke Junjung tempat tinggal Irfan.

"Di perjalanan hujan, kami mau berteduh di mushola namun karena membawa tas kami malah dituduh mau mencuri kotak amal," jelas Sulas.

Tak mau ribut, mereka pergi dari mushola yang tidak disebutkan dimana lokasinya itu. Kemudian, mereka menginap di Pos Kamling pinggir kali yang berada di Desa Wates Kecamatan Sumbergempol.

"Memang Mas Irfan sering tidur di pos itu, saya juga pernah datang untuk mengirim makanan. Beberapa hari sebelumnya saya juga pernah ikut tidur di sana karena kemalaman saat pulang dari rumah saya di Malang," tutur Sulas.

Dirinya juga mengaku sudah bercerai dengan suaminya, jadi menurutnya tidak benar jika yang selama ini diberitakan masih berstatus bersuami.
"Ini surat cerai saya, memang di KTP masih berstatus kawin. Hanya saya sebenarnya sudah janda dan rencananya ingin menikah secepatnya. Kami masih mengurus persyaratannya," tambahnya.

Dirinya juga membantah kabar jika bekerja di warung kopi Idaman di Desa Junjung karena sudah dua bulan lebih tidak lagi bekerja di tempat itu.

"Saya sudah keluar dua bulan dari warung kopi itu, di Malang susah cari kerja karena ijazah saya hanya SMP. Di sini malah saya kena masalah seperti ini," imbuhnya.

Sulas juga mengaku mengenal Irfan cukup lama atau tepatnya setelah Irfan keluar dari lembaga pemasyarakatan.

"Saya kenal calon suami saya cukup lama, tidak mungkin suami saya mencuri celana dalam seperti yang dituduhkan. Itu sungguh keji, untuk apa dicuri itu kan tidak baik dan tidak menghasilkan uang," tegasnya.

Buntut dari kejadian itu, Sulasmiasih dan Irfan merasa tidak nyaman lantaran banyak ancaman yang diterimanya. Selain itu banyak bully yang terjadi di media sosial karena berita tersebut juga dishare di sana.

"Kami betul-betul mau nikah, jadi tidak nyaman jika akhirnya ada berita miring yang tidak sesuai fakta," ujarnya.

Dengan keterangan yang diberikan, Sulas berharap agar semua pihak mau memahami keadaan dan peristiwa yang sebenarnya.

"Ini klarifikasi saya, apa yang saya sampaikan ini sebenarnya sudah saya katakan pada perangkat desa. Namun kenapa yang diberitakan tidak sama dengan apa yang saya alami ini," tandas nya.

Sulasmiasih dan Irfan sebelumnya diamankan warga dan perangkat desa karena bangun kesiangan setelah tidur berdua di Pos Kamling. Dari tempat kejadian, perangkat desa mengamankan sepeda motor berupa Honda Beat merah Nopol N 5657 EEG dan KTP yang masih berstatus kawin.

Belakangan, Sulasmiasih menunjukkan bukti berupa surat cerai yang dikeluarkan dari Pengadilan Agama Malang dengan putusan pada tanggal 06 Mei 2019. Sulasmiasih dinyatakan sah bercerai dengan keputusan hukum tetap. 

Pewarta : Anang Basso
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->