Mampu Sikat Venom, Lagu Tema Film Joker Justru Bikin Masyarakat Marah, Ada Apa?

Lagu tema saat Joker menari dan jadi kontroversial di masyarakat dunia, walaupun Joker masih tetap menjadi box office saat ini (Ist)
Lagu tema saat Joker menari dan jadi kontroversial di masyarakat dunia, walaupun Joker masih tetap menjadi box office saat ini (Ist)

BATUTIMES - Riuhnya komentar terkait penampilan Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck dalam film Joker besutan Todd Phillips, data membuktikan, film Joker telah mampu membius penonton di berbagai negara dalam pekan pertama dirilis.

Situs Variety, mencatat untuk minggu pertamanya, film ini telah menghasilkan USD 93,5 juta untuk pasar domestik. Sementara untuk internasional, mencatat angka USD 140,5 juta. Kalau di total, hasilnya mencapai USD 234 juta.

Sedangkan di minggu kedua, Joker juga mampu bertahan sebagai box office di Amerika Utara dengan meraup penghasilan sekitar USD 50 juta.
Padahal, Joker hanya diproyeksi meraih USD 93 juta saja untuk minggu pertamanya di kawasan domestik (Amerika dan Kanada). Sementara untuk kawasan internasional, proyeksinya sebesar USD 110 juta.

Di Indonesia, Joker juga menjadi raja sebagai sebuah tontonan lain. Saat berbagai bioskop diserang para superhero, Joker yang merupakan sosok antagonis, penjahat sinting, dan musuh bebuyutan Batman, ternyata mampu juga membius sekitar 1,855 juta orang di pekan pertama ditayangkan.

Warner Bros merilis jumlah penonton Indonesia mampu menyumbang USD 846 ribu atau senilai Rp 11,9 miliar pendapatan di pekan pertama. Sementara dari catatan akun Twitter @bicaraboxoffice, Joker mampu membuat kocek penonton Indonesia bolong sampai USD 5,9 juta.

Raupan pendapatan Joker secara telak melibas film sejenisnya yaitu Venom, sang musuh superhero Spiderman. Di pekan pertama Venom yang dirilis tahun 2018 hanya mampu mencatat angka USD 207 juta untuk pasar internasional. Sedangkan di pasar domestik, Venom hanya mampu mengumpulkan pundi-pundi sebanyak USD 80 Juta.

Lantas, apakah yang membuat Joker begitu di jaya sebagai sebuah film yang fokus mengupas sosok villian ini. Tentunya akting yang sangat mumpuni Joaquin Phoenix, cerita gelap yang berbeda, jalan cerita tak terduga, menjadi bagian yang membuat Joker bisa terus mendulang pendapatan besar ini.

Selain itu jangan abaikan berbagai kontroversi Joker yang begitu riuh di luar bioskop, yaitu media sosial. Dimana, sejak Joker dirilis awal di bioskop, media sosial begitu ramainya oleh testimoni kelam sosok badut penuh derita ini. Hal inilah yang menjadi modal besar juga bagi Joker untuk terus membuat penasaran masyarakat yang belum menontonnya. 

Kontroversi terbaru yang lagi ramai dari warganet, dalam maupun luar negeri adalah penggunaan lagu tema saat Joker berdansa sembari menuruni tangga.  

Lagu tema berjudul Rock and Roll 2, karya Glitter yang punya nama asli Paul Gadd, inilah yang membuat Joker kembali jadi kontroversial. Banyak penonton yang shock saat mengetahui sang pencipta dan pelantun lagu itu kini tengah berada di balik jeruji penjara.

Gadd dipenjara 16 tahun karena  pelecehan seksual pada anak. Pria Inggris itu diyakini berusaha memperkosa seorang gadis di bawah 13 tahun, berhubungan seksual dengan gadis lain yang juga belum genap 13 tahun, serta empat tuduhan serangan pada gadis-gadis kecil.

Dengan pemakaian lagu itu, secara langsung penonton juga memberikan pendapatan besar kepada Gadd melalui royalti lagunya itu.
Hal inilah yang membuat warganet dunia pun berkicau atas ketidaknyamanan itu. 

"Sangat menyukai film Joker tapi salah satu urutan yang paling mengganggu buat saya adalah musik yang mereka pakai di adegan ini, Rock & Roll Pt 2 dari Gary Glitter. Terkejut mendengar musiknya sekarang ini, setidaknya di Inggris," tulis akun @ayadandrews.

Akun @dave_alter_ego juga menuliskan, "Bagian paling mengejutkan dari film Joker adalah keputusan untuk menyertakan lagu dari Gary Glitter. Menjijikkan. Keputusan yang semestinya dipertanyakan," tulisnya.

Bahkan, warganet dunia pun mengajak masyarakat untuk memboikot film Joker atas penyematan lagu tema yang membuat masyarakat marah.


BrianUkulele menuliskan, "Boycott 'Joker' movie - some music royalties are going to convicted paedophile sex offender Gary Glitter," kicuanya.

 

Pewarta : Dede Nana
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->