Terancam Hancur, Kediaman Bung Tomo di Malang Dulu Dikabarkan Miliki Pemancar Radio

Kondisi terkini rumah bekas kediaman Bung Tomo di kawasan Idjen Boulevard (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kondisi terkini rumah bekas kediaman Bung Tomo di kawasan Idjen Boulevard (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BATUTIMES - Akhir-akhir ini, rumah bekas kediaman pahlawan nasional Bung Tomo di Kota Malang banyak mendapat perhatian publik. Lantaran rumah yang terletak di kawasan Idjen Boulevard itu dalam tahap perombakan.

Sementara proses renovasi diketahui belum mendapat rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Padahal, rumah nomor 6 tersebut masuk sebagai bangunan Cagar Budaya yang secara hukum mendapat perlindungan. Proses renovasi pun harus sesuai dengan aturan yang ada.

Kondisi itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Malang. TACB Kota Malang bersama Satpol PP Kota Malang dan Arkeolog BPCB, Wicaksono Dwi Nugroho, Rabu (9/10/2019) lalu mendatangi rumah tersebut. Kedatangan tim adalah untuk memastikan kediaman tersebut agar direnovasi sesuai dengan peraturan yang ada berkaitan dengan bangunan cagar budaya.

Lantas, kapan sebenarnya Bung Tomo menempati rumah bergaya jengki yang ada di kawasan Idjen Boulevard tersebut? Berapa lama Bung Tomo menempati rumah tersebut?

Sejarawan Malang, Dwi Cahyono menyampaikan, rumah nomor 6 tersebut kemungkinan ditempati Bung Tomo dan keluarga pasca kemerdekaan. Karena sebelum itu, kawasan Idjen hanya ditempati oleh orang-orang Eropa saja.

"Kemungkinan Bung Tomo menempati rumah tersebut setelah 1945. Mungkin sekitar 1950 sampai 1955. Karena sebelumnya kawasan tersebut dikhususkan orang Eropa saja. Bahkan orang China maupun India saat itu tak bisa menempati kawasan itu," katanya pada wartawan, Sabtu (12/10/2019).

Pasca ditinggalkan Belanda, rumah di kawasan Idjen Boulevard itu menurutnya memang dinasionalisasi. Beberapa mungkin juga telah dibeli untuk kemudian ditinggali oleh masyarakat non Eropa. Sementara untuk rumah yang ditempati Bung Tomo, sejarawan Universitas Negeri Malang itu masih belum mengetahui dengan pasti.

Lebih jauh Dwi menyampaikan, rumah nomor enam di kawasan Idjen Boulevard itu bukan merupakan rumah perjuangan Bung Tomo. Karena kawasan tersebut bisa ditempati masyarakat non Eropa pasca kemerdekaan.

"Bung Tomo lebih sering tinggal di Surabaya. Rumah di Jalan Idjen itu bukan rumah perjuangan Bung Tomo. Karena istri Bung Tomo asal Malang, kemungkinan di Malang itu menjadi rumah singgah saat Bung Tomo berwisata atau tengah berkunjung ke Malang," imbuhnya.

Meski begitu, lanjutnya, terdapat kabar jika di rumah Ijen nomor 6 tersebut pernah terdapat pemancar radio. Pemancar kecil tersebut masih belum diketahui peruntukannya. Sejauh ini juga belum banyak sumber yang menceritakan tentang pemancar radio dan kediaman Bung Tomo tersebut.

"Saya pernah mendengar jika di rumah Ijen nomor 6 tersebut dulu ada pemancar radio," jelas Dwi.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->