Ingkari Janji hingga Berujung Kerugian Rp 800 Juta, Warga Tunggulwulung Dipolisikan

Ilustrasi penggelapan (istimewa)
Ilustrasi penggelapan (istimewa)

BATUTIMES - NO (35), warga asli Bekasi yang juga merupakan perwakilan sebuah perusahaan pembiayaan di Kota Malang mempolisikan KA (40), warga Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. 

Bukan tanpa sebab, KA dilaporkan karena telah mengalihkan tujuh unit kendaraan berstatus kredit kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pihak leasing.

Kronologis kejadian tersebut bermula, ketika KA mendatangi kantor leasing tersebut pada 30 Desember 2016. 

Di situ KA menandatangani perjanjian pembiayaan terhadap beberapa unit mobil.

Mobil yang dikredit tersangka yakni dua unit berjenis Nissan Grand Livina, satu unit mobil Suzuki Ertiga SDX (4X2), satu unit mobil Toyota Kijang Innova G, dua unit mobil Honda Jazz GE8 1.5 S A/T Warna Putih Mutiara, dan satu unit 
mobil Suzuki.

Saat itu KA sepakat untuk membayar angsuran perbulan sebesar Rp 17.474.000 selama tenggang waktu 48 bulan sejak ditandatanganinya surat perjanjian pembiayaan kredit tersebut.

Selama 26 bulan, KA begitu rutin melakukan pembayaran angsuran setiap bulan. Namun memasuki bulan ke 27, tepatnya bulan Juli 2019, menjadi titik awal KA tak pernah lagi membayar biaya angsuran.

Pihak leasing kemudian memberikan dua kali somasi kepada KA. 

Namun KA sama sekali tak pernah merespons somasi pihak leasing.  

Dari situ, pihak leasning juga mendapatkan informasi jika tujuh kendaraan yang di kredit KA, saat ini telah dipindahtangankan tanpa sepengetahuan pihak leasing.

Dari situ, pihak leasing yang tak sabar kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota. 

Akibat dari kejadian tersebut, pihak leasing diperkitakan menderita kerugian sekitar Rp 838.752.000.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjelaskan jika Anda merupakan pemohon kredit kendaraan, baik motor maupun mobil jangan sampai Anda mengalihkan, memindahtangankan atau oper kredit tanpa sepengetahuan pihak leasing.

Sebab, jika Anda mengalihkan motor atau mobil tanpa sepengetahuan pihak leasing maka bisa saja hal itu berujung penjara.

Pasalnya, pihak leasing atau lembaga pembiayaan tersebut bisa saja melaporkan Anda kepada pihak kepolisian karena telah melanggar pasal 35 dan 36 Undang-undang (UU) 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menjelaskan dalam kesempatan beberapa waktu lalu bahwa orang yang melakukan hal tersebut memang bisa terkena pidana dengan hukuman 5 tahun penjara.

"Memang itu ancaman bagi mereka yang memindahtangankan objek jaminan fidusia. Jika itu dilaporkan pihak leasing, bisa kena hukuman termasuk penggelapan," jelasnya.

Lanjutnya, di dalam pasal 35 disebutkan setiap orang yang dengan sengaja memasukkan, mengubah, menghilangkan atau dengan cara apapun memberikan keterangan secara menyesatkan, yang jika hal tersebut diketahui oleh salah satu pihak tidak melahirkan perjanjian jaminan fidusia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 100 juta.

Kemudian dalam pasal 36, disebutkan pemberi fidusia yang mengalihkan dengan atau menyewakan benda yang menjadi objek jaminan fidusia sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat 2 yang dilakukan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima fidusia dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta.

"Karenanya perlu lebih digencarkan lagi sosialisasi UU ini. Jika memang ingin memindahtangankan kendaraan yang telah dijaminkan Fidusia, ya harus memberitahu pihak leasing," pungkasnya.

Sementara, kasus penggelapan mobil tersebut saat ini masih dalam penanganan pihak Polres Malang Kota.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->