Kota Malang Raih Penghargaan Kelurahan Tangguh Bencana

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (empat dari kiri) saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (empat dari kiri) saat menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

BATUTIMES - Kota Malang kembali menorehkan prestasi. Kali ini, kota yang juga berjuluk Kota Bunga ini meraih gelar dalam lomba Kelurahan Tangguh Bencana yang diadakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diberikan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.

Penghargaan diberikan saat peringatan HUT ke74 Provinsi Jatim yang digelar di halaman Gedung Grahadi, Surabaya, Sabtu (12/10/2019).

Dalam perlombaan tersebut, Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, berhasil dinobatkan sebagai kelurahan terbaik kategori madya untuk lomba desa/kelurahan tangguh Tingkat Jawa Timur.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko melalui keterangan tertulisnya menyampaikan penghargaan kelurahan tangguh bencana tersebut merupakan hasil kerja seluruh elemen masyarakat yang memiliki kesadaran akan kewaspadaan terhadap bencana alam. 

Apalagi, memasuki musim penghujan atau cuaca ekstrem, beberapa titik lokasi di Kota Malang rawan banjir dan longsor.

“Karena itu Pemerintah Kota Malang melalui BPBD terus berupaya dalam menciptakan kelurahan tanggap bencana agar masyarakat siap menghadapi bencana alam,” kata pria yang akrab disapa Bung Edi itu.

Lebih jauh Bung Edi ini menyampaikan, Kelurahan Tangguh Bencana selain diharapkan mampu memunculkan para relawan dari masyarakat, juga meningkatkan pemahaman mengenai kebencanaan.

Hal itu menurutnya harus dilakukan sejak dini dan dari level paling bawah. 

Sehingga masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. 

Dia berharap, Kelurahan Tangguh Bencana dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi dan kesiapsiagaan saat menghadapi bencana.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan sambutan dalam HUT ke 74 Provinsi Jawa Timur menegaskan membangun dan memperkuat sinergitas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah daerah harus terus dilakukan agar tujuan pembangunan bisa direalisasikan dengan baik.

“Pemerintah Provinsi mendorong kepemimpinan yang senantiasa hadir dalam menjaga kehidupan masyarakat yang kondusif,” kata Khofifah Indar Parawansa.

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan berbagai permasalahan di daerah seperti bencana alam dan dinamika sosial serta permasalahan lainnya merupakan dinamika perjalanan yang harus diselesaikan secara tuntas dan dicari jalan keluarnya dengan baik.

“Semua itu membutuhkan kerjasama semua pemerintah daerah yang fokus pada satu tujuan yakni terwujudnya nawa bhakti Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan tema besar pada HUT ke 74 Provinsi Jawa Timur yakni Semangat Nawa Bhakti Satya, Untuk Jawa Timur Maju Sejahtera,” tandasnya.

Dijelaskan pula, slogan nawa bhakti satya adalah sembilan bakti yang menggambarkan prinsip untuk mencapai kemajuan Provinsi  Jawa Tmur.

Sembilan hal itu yakni,  Jatim Sejahtera,  Jatim Kerja, Jatim Cerdas dan Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah, Jatim Agro, Jatim Berdaya, Jatim Amanah dan Jatim Harmoni.

“Saat ini kita masih berada dalam tahap awal pelaksanaan nawa bhakti, namun kami menyukuri adanya capaian yang kongkrit dan dapat lebih diperbaiki di masa mendatang,” ujar Khofifah.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->