Warga Keluhkan Blanko e-KTP yang Terus Kosong, Begini Respons Dispendukcapil Kota Malang

foto : (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
foto : (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

BATUTIMES - Keberadaan blanko e-KTP yang sampai sekarang belum juga terpenuhi dikeluhkan masyarakat Kota Malang. 

Warga pun meminta kejelasan dari pemerintah terkait dengan kesediaan blanko e-KTP. 

Lantaran selama ini, warga harus melakukan perpanjangan surat keterangan (suket) yang mereka dapat setiap enam bulan sekali.

Kusnadi, warga Kecamatan Lowokwaru menyampaikan jika selama ini blanko e-KTP belum juga ia miliki. 

Sehingga, selama satu tahun terakhir, ia hanya memegang suket saja. Sia juga harus melakukan perpanjangan suket ketika e-KTP belum juga dia pegang.

"Saya juga terus bertanya-tanya, kapan sebenarnya blanko e-KTP ini ada," katanya pada wartawan.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, Eny Hari Sutiarni menyampaikan, saat ini blanko e-KTP memang belum tersedia. 

Pihaknya juga masih menunggu dari pemerintah pusat untuk mendapat kiriman.

"Jika sudah dikirim, maka kami akan umumkan melalui kelurahan," katanya.

Berdasarkan data yang terekam, sejak Januari hingga Juli 2019, tercatat ada 658.088 jiwa yang melakukan perekaman KTP-el. 

Sementara jumlah wajib perekaman di Kota Pendidikan ini adalah 695.688 jiwa. 

Seluruhnya masih melakukan pencatatan menggunakan suket.

Perempuam berhijab itu juga menyampaikan, untuk masyarakat yang hendak mengurus surat kependudukan saat ini tidak harus datang ke Dispendukcapil. Melainkan cukup datang ke kelurahan masing-masing.

Selain itu, warga yang hendak mengurua dokumen kependudukan menurutnya juga tidak harus menunggu proses pengerjaan hingga selesai. 

Karena akan ada petugas yang siap mengantarkan dokumen ke alamat domisili.

"Jadi 2019 ini kami ada inovasi namanya 'Andok Petis', yaitu antar dokumen pelayanan tetap gratis. Jadi petugas kami siap antar dokumen secara gratis," ujarnya.

Melalui inovasi yang dibuat itu, dia berharap agar masyarakat Kota Malang tidak ogah-ogahan mengurus data kependudukan. 

Sehingga, masyarakat yang belum memiliki identitas kependudukan dia sarankan untuk segera mengurusnya.

"Terutama KTP. Karena suket juga memiliki kekuatan hukum layaknya e-KTP. Meskipun memang harus dilakukan perpanjangan setiap enam bulan sekali," pungkasnya.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor :
Publisher :
-->

    Tidak ada artikel terkait

Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->