Harga Sering Anjlok dan Petani Merugi, Pemkot Batu Bakal Buat Regulasi Ini

Petani saat membersihkan rumput di sekitar sayur andewi di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petani saat membersihkan rumput di sekitar sayur andewi di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Anjloknya harga sayur-sayuran dan buah-buahnya serta tidak mudahnya memasarkan hasil panen memang menjadi kendala bagi sebagian  daerah, khususnya di Kota Batu. Melihat kondisi ini, Pemkot Batu bakal membantu para petani.

Cara Pemkot Batu itu adalah membuat regulasi untuk membantu para petani. Rencananya, regulasi yang akan disiapkan dalam bentuk peraturan wali kota (perwali). "Bisa juga dalam bentuk peraturan daerah (perda)," ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Ia menambahkan, rencananya regulasi dalam bentuk perwali atau perda melihat saat harga beberapa komoditas seperti tomat, andewi, bawang prei, bawang merah, jeruk lokal keprok 55 mengalami penurunan harga yang drastis. "Bahkan setiap tahun ini beberapa komoditas ini bisa mengalami penurunan harga berkali-kali, yang membuat petani di Kota Batu in merugi," imbuhnya.

Regulasi yang dilakukan itu lanjut Punjul, dengan mengharuskan hotel dan restoran yang ada di Kota Batu membeli hasil pertanian asli Kota Batu. Bukan hanya hasil pertanian yang ditampung, melainkan juga produk kerajinan dari kota Batu.

"Dengan demikian, ke depan para petani dan pengrajin tak kesulitan memasarkan produknya. Semoga dalam waktu dekat, pemkot segera merealisasikan pembuatan perwali  ini," ujar pria yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu ini.

Bukan itu saja. Nantinya setiap kamar di hotel bisa memajang produk petani asli Kota Batu. Misalnya buah jeruk keprok 55, apel rome beauty, stroberi, bunga hingga hasil kerajinan.

Hanya, pembuatan perwali ataupun perda membutuhkan kajian dan pembahasan mendalam. Mulai sistem, pemilihan kualitas buahnya, hingga pengepakan.

Regulasi baru ini diharapkan akan mampu memberdayakan keberadaan petani dan pengrajin di Kota Batu. Bahkan, jika dalam bentuk perwal,  nantinya regulasi ini akan digodok untuk berlanjut menjadi perda.

"Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu untuk membahas rencana pembuatan regulasi ini,” tutupnya.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->