Buang Sampah Sembarangan di Jombang, Siap-Siap Fotonya Dipajang di Pinggir Jalan

Poster bergambar foto warga yang tertangkap tangan membuang sampah di sungai terpajang di Jl Raya Tembelang, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Poster bergambar foto warga yang tertangkap tangan membuang sampah di sungai terpajang di Jl Raya Tembelang, Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

BATUTIMES -  Bagi warga Jombang tampaknya harus mulai berfikir dua kali untuk membuang sampah sembarang di sungai.

Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang akan memajang foto warga yang tertangkap tangan sedang membuang sampah di sungai.

Seperti yang terlihat di sepanjang Sungai Gude Ploso, yang membentang mulai dari Jalan KH Wahab Hasbullah hingga Jalan Raya Tembelang atau dari Desa Sambung Dukuh, Kecamatan Jombang hingga Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Di lokasi tersebut, terpampang poster bergambar foto warga yang tertangkap tangan sedang membuang sampah di sungai. 

Poster tersebut dipasang pada papan berbahan besi, mirip seperti papan reklame atau iklan di jalan. 

Ukuran poster tersebut terbilang cukup besar, sekitar tinggi 3 meter dan lebar 1 meter.

Foto dalam poster itu, diberi keterangan identitas pelaku pembuang sampah, lengkap dengan alamat rumahnya. 

Tepat di bawah foto tersebut terdapat tulisan "Saya Tertangkap Tangan Buang Sampah di Sungai". 

Di bawahnya lagi terdapat logo Pemkab Jombang dan tertulis Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, sebagai instansi yang memasang.

Pengamatan wartawan di lokasi pada Jumat (18/10) sore, salah satu poster tersebut bergambar foto seorang pria mengenakan kaos singlet putih berdiri di pinggir sungai. 

Pria dalam gambar terlihat sedang membuang sampah dari tong sampah yang dibawanya. 

Di bawah foto pria itu terdapat keterangan nama yang tidak ditulis secara jelas, yakni E**SON NI*****ULO. 

Di bawahnya lagi juga tertulis alamat rumah, yaitu Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian dan Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Yuli Inayati menerangkan poster tersebut telah terpasang sejak sebulan lalu. 

Poster itu sebagai bentuk sanksi sosial terhadap warga yang sengaja membuang sampah di sungai.

Dikatakan Ina, sanksi berupa poster bergambar foto pelaku pembuang sampah di sungai, dinilai lebih efektif daripada sanksi denda. 

Kalau sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 6 Tahun 2011, bagi pembuang sampah di sungai akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 15 juta.

"Dengan pemasangan poster bergambar warga yang tertangkap tangan membuang sampah ini, kira-kira ada rasa takut tidak. Kalau sanksi denda malah membebani masyarakat, makanya kita terapkan ini sebagai sanksi sosial," ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (18/10).

Dijelaskan Ina, foto di dalam poster itu merupakan para pelaku yang telah tertangkap tangan membuang sampah di sungai. 

Pelaku tersebut ditangkap dan difoto oleh Satgas Jogo Kali yang dibentuk oleh DLH Kabupaten Jombang.

Foto yang dipajang itu sudah melalui kesepakatan antara DLH dan pelaku, sebagai konsekuensi atas pelanggaran membuang sampah di sungai. 

"Penangkapan pertama itu ada 5 yang tertangkap tangan, kemudian kita undang ke kantor DLH untuk diberi pembinaan. Saat itu kita sampaikan bahwa konsekuensi dari penangkapan ini, mereka fotonya akan kita pajang," terangnya.

Sementara, poster bergambar foto warga yang tertangkap tangan sedang membuang sampah itu ditanggapi positif oleh sejumlah warga sekitar. 

Waridin (63), seorang penjual buah di Jalan KH Wahab Hasbullah, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang mengaku setuju dengan adanya poster itu.

"Ya setuju saja. Biar sungai tidak kotor. Di sini sering bau ndak enak dan banyak sampah," kata Waridin.

Hal senada juga disampaikan oleh Irvan Aminuddin (29), warga Jalan KH Wahab Hasbullah, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang. 

Ia mengatakan, poster tersebut bisa sebagai peringatan bagi warga yang biasa buang sampah di sungai.

"Saya setuju sekali dengan adanya poster itu. Biar bisa jadi imbauan untuk warga yang sering buang sampah, biar sungai tidak kotor," katanya.

Menurut Irvan, selain poster seharunya pemerintah juga menyediakan bak sampah di setiap titik di sepanjang sungai. 

Hal tersebut dinilai Irvan bisa mencegah warga membuang sampah di sungai. 

"Saran saya juga harus dibuatkan tempat sampah. Kan setiap pagi ada mobil pengangkut sampah lewat," tandasnya.(*)

 

Pewarta : Adi Rosul
Editor : Heryanto
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->