Siswa Korban Penamparan Segera Diberikan Pendampingan Psikologis Hilangkan Trauma

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

BATUTIMES - Usai kejadian penamparan yang dilakukan motivator kepada 10 siswa di SMK Muhammadiyah 2 Malang, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu melalui sekolah segera akan melakukan pendampingan secara psikologis terhadap korban.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti menyatakan, Dinas Pendidikan Provinsi melalui Cabang Dinas Wilayah Kota Malang dan Kota Batu akan mendampingi siswa dengan pendampingan secara psikologis untuk memberi kenyamanan untuk mengikuti prosedur pembelajaran lagi.

"Jadi mereka diberi pengertian bahwa bukan mereka yang salah. Biar nyaman lagi belajar, biar tidak ada rasa ketakutan trauma," ucapnya kepada MalangTIMES saat ditemui di SMK Muhammadiyah 2 Malang.

Dalam melakukan pendampingan ini, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu tentu akan tetap bekerja sama dengan sekolah.

"Karena itu koordinasi terus dengan kepala sekolah, dengan guru BK, dengan guru wali kelas," imbuhnya.

Ema menyatakan, fokusnya adalah menghilangkan rasa trauma anak.

Sementara untuk masalah pelaku diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Sebab, katanya, pelaku bukanlah oknum pendidikan.

"Ini oknum di luar pendidikan," ucapnya.

Ke depannya, ia berpesan kepada sekolah agar lebih selektif lagi dalam mendatangkan pihak luar. Meski begitu, Ema sendiri juga memahami alasan sekolah yang memilih motivator tersebut. 

Tak lain tak bukan adalah lantaran motivator tersebut yang memang sudah berkompeten. Dibuktikan dari banyaknya orang-orang yang sukses di tangannya. Motivator tersebut juga sudah dikenal memberi motivasi kewirausahaan di berbagai sekolah. Jadi, bisa saja memang sedang khilaf.

Sama halnya dengan Ema, Kepala SMK Muhammadiyah 2 Malang, Nur Cholis menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelamatan terhadap mental siswanya.

"Setelah kejadian ini yang pertama yang kami selamatkan adalah psikologi anak-anak yang kami redam karena ini adalah kewajiban kami. Kemudian yang kedua semuanya kami serahkan ke pihak yang berwajib karena sudah ada penanganan secara khusus," ucapnya.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor :
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->