Turbulensi Besar, Water Bombing Gunung Arjuno-Welirang Dilanjut Minggu 04.30

Tim yang berada di dalam Helikopter MI8-MTV dalam proses water bombing. (Foto: istimewa)
Tim yang berada di dalam Helikopter MI8-MTV dalam proses water bombing. (Foto: istimewa)

BATUTIMES - Kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses water bombing tidak dapat bergerak dengan maksimal. Padahal masih ada titik api di kawasan hutan Gunung Arjuno-Welirang yang belum padam.

Karena itu proses water bombing dengan menggunakan Helikopter MI8-MTV akan dilanjutkan kembali pada Minggu (20/10/2019). “Rencana operasi besok, Minggu diputuskan untuk terbang lebih pagi,” ungkap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim.

Ya rencananya operasi pagi itu akan berlangsung pada pukul 04.30 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Untuk penerbangan di atas pukul 12.00 WIB akan disesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Melihat kalau di atas jam 12.00 itu awan mulai mendung di seputaran Gunung Arjuno-Welirang. Sehingga kita lakukan lebih pagi,” imbuhnya, Sabtu (19/10/2019).

Ia menambahkan, sasaran untuk water bombing di area Curah Sriti, Watu Bagong, Garotan, Tung Medot, Putuk Dali, Curah Kebon, dan Kali Jarak. “Setelah dilakukan observasi udara untuk wilayah Garotan, Putuk Dali, Curah Kebon dan Tung Medot, Kali Jarak sudah padam,” tambah Rochim.

Sedang pada Sabtu (19/10/2019) belum tuntas melakukan pemadaman water bombing lantaran turbulensi yang besar. Sehingga jika dipaksakan bisa mengancam pada keselamatan penerbangan (Unsafe Flight).

Petugas yang melakukan pemadaman berhasil memadamkan dengan water bombing di tiga titik. “Ya semoga tim yang terlibat menuntaskan area yang belum padam,” harapnya.

 

Pewarta : Irsya Richa
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->