Viral, Komunitas Cross Hijabers Sudah Masuk di Wilayah Malang Raya

Anggota Komunitas Cross Hijabers (Istimewa)
Anggota Komunitas Cross Hijabers (Istimewa)

BATUTIMES - Fenomena komunitas Cross Hijabers ternyata sudah ada di wilayah Malang Raya. Hal ini menyusul adanya pengakuan salah satu anggotanya, yang menyatakan jika para pria yang gemar mengenakan pakaian wanita tersebut, sudah ada di wilayah Malang sejak lama.

Fakta tersebut seketika membuat masyarakat menjadi geram, dan bahkan memancing beberapa tanggapan dari kalangan warganet. Adalah akun facebook bernama Galan Hastoro DT, yang kali pertama membuktikan keberadaan komunitas Cross Hijabers di Malang Raya tersebut.

”Kodew kodew ndek malang kudu hati2 lur. Komunitas iki wes merambah nang malang. Dadi ceritane ojob ayas gawe video youtube bahas tentang crosshijaber (wong lanang gawe pakaian gamis dan sampai bercadar, bahkan sampai masuk ke toilet kodew + masjid bagian kodew). Selang beberapa jam kemudian oleh DM ndek IG. Dan salah satu e blak blakan ngaku lek teko Malang. Ayas seng lanang ae merinding. (Para wanita yang ada di Malang harus berhati-hati. Komunitas Cross Hijabers sudah merambah ke Malang. Jadi ceritanya pasangan (kekasih) saya membuat video di konten youtube, yang dibahas tentang fenomena Cross Hijabers (pria yang mengenakan pakaian gamis dan bahkan bercadar, kemudian masuk ke toilet wanita dan masjid untuk jamaah wanita). Beberapa jam setelah konten video youtube tersebut publish, ada pesan melalui instagram. Salah satu dari mereka ada yang mengaku terang-terangan jika dirinya merupakan warga Malang. Saya yang laki-laki saja sampai merinding),” tulis akun Galan Hastoro DT, saat membagikan postingannya ke salah satu grub facebook yang memiliki anggota lebih dari 666 ribu tersebut.

Dalam postingannya, Galan Hastoro DT juga melampirkan beberapa bukti chat DM (Direct Message) dari dua anggota Cross Hijabers tersebut. Dimana satu diantarana mengaku jika pemilik akun IG (instagram) itu, adalah anggota komunitas Cross Hijabers dari Malang.

Dari penelusuran MalangTIMES.com, postingan itu diunggah oleh Galan Hastoro DT pada Kamis (17/10/2019) lalu. Hingga berita ini ditulis, sudah ada ratusan warganet yang memberikan tanggapan. Selain itu, postingan yang sempat viral tersebut juga sudah dibagikan sebanyak 138 kali.

Di sisi lain, pada kolom komentar juga dijejali oleh 758 tanggapan dari para penghuni grub facebook tersebut. Ada yang secara tegas menyatakan kontra, ada pula komentar yang seolah biasa saja terhadap fenomena Cross Hijabers yang sempat menghebohkan publik tersebut.

”Bencong pengen terlihat cantik atau bencong malu dibilang bencong!!.. ngerti iku ngunu pelecehan thdp agama (ketahuilah perbuatan seperti itu merupakan pelecehan terhadap agama).. pora takut terkena adzab!!!,” tulis akun bernama Imam Syafi’i.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh akun bernama Wawan Ayahe Al Fatya. Menurutnya, fenomena komunitas Cross Hijab yang merambah di wilayah Malang Raya, harus dijadikan bahan untuk instropeksi bersama.

”Wes h usah mbahas cadar, sing pnting awak dwe urip iso manfaat karo wong liyo, knal, yo apik,yo tulung tinulung marang wong lan tonggo, percuma urip g dunyo mek mikirno dewene karo akhirat e tp g manfaat karo wong liyo lan tonggo,!!!  Wes ono kisah e wong ahli ibadah tp masuk neroko. (Tidak usah membahas cadar, yang penting kita hidup bisa manfaat terhadap orang lain. Berbuat baik dan tolong menolonglah dalam kebaikan. Percuma hidup di dunia kalau hanya memikirkan diri sendiri, dan tidak berbuat kebaikan terhadap orang lain. Sudah ada banyak kisah orang yang ahli ibadah tapi masuk neraka (karena sibuk menghina orang lain),” tulisnya.

Terlepas dari tanggapan dua akun tersebut, Raihan Ali melalui akun facebook-nya berpendapat jika anggota komunitas Cross Hijabers yang ada di Malang, sebenarnya sadar jika mereka melakukan kesalahan.

”Mereka iku sebenernya yo sadar lek (kalau) kelainan. Buktine pasti gak gelem (tidak berkenan) lek identitas e diviralkan. Kalo orang berprestasi, bahkan ga (tidak) usah izin, pasti malah seneng kalo identitas e dipublikasikan. Juara iki, juara iku (itu), dapat beasiswa iki, lulus cumlaude dll,” tulis akun Raihan Ali di kolom komentar.

Berawal dari hal viral di jagat maya inilah, MalangTIMES.com kemudian mencoba untuk mengkonfirmasi orang yang sempat dihubungi oleh kedua anggota Komunitas Cross Hijabers tersebut.

Seperti apa pernyataannya, simak terus penelusuran wartawan MalangTIMES.com, terkait fenomena komunitas Cross Hijabers yang ada di Malang Raya, pada pemberitaan selanjutnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher :
-->
Redaksi: redaksi[at]batutimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]batutimes.com | marketing[at]batutimes.com
-->